spot_imgspot_img
Jumat 21 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Imbas Macet Pembangunan BRT Bandung Raya, Wali Kota Farhan Minta Maaf ke Warga

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kemacetan parah yang timbul akibat proyek infrastruktur Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.

Pemkot Bandung melalui Dinas Perhubungan saat ini memfokuskan penanganan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama.

Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Optimalkan Anggaran Rp240 Trilyun

“Sekarang sedang dibereskan oleh Dinas Perhubungan karena bagaimanapun juga leading sector-nya adalah Dinas Perhubungan,” tutur Farhan saat berada di Laswi Heritage Kota Bandung, Jumat (21/8/2026).

Pekerjaan Median dan Trotoar Jadi Pemicu Utama Kemacetan

Farhan menjelaskan bahwa pengerjaan BRT memakan ruang jalan cukup besar karena mencakup perbaikan trotoar sekaligus pembangunan median jalan secara bersamaan. Aktivitas konstruksi paralel inilah yang memicu penyempitan jalur kendaraan.

“Yang paling menantang adalah bagian yang membuat kemacetan. Bukan hanya jalur trotoar yang sedang diperbaiki, tetapi jalur median juga sedang dikerjakan. Jangan sampai pengerjaan ini membuat kemacetan,” ungkap Farhan.

Ia berjanji pihak pelaksana akan mempercepat proses pengerjaan demi meminimalisasi gangguan keamanan dan kenyamanan warga.

“Saya mohon maaf sekali karena pekerjaan ini menimbulkan kemacetan. Tetapi saya akan memastikan pengerjaannya dilakukan dengan cepat, rapi, dan tidak menimbulkan kecelakaan,” ucapnya.

Target Operasi Penuh BRT Tanpa Hambatan pada September 2027

Proyek transportasi massal ini menargetkan masa penyelesaian total selama dua tahun. Pemerintah menjadwalkan seluruh konstruksi fisik rampung secara penuh pada September 2027 sehingga armada BRT dapat langsung beroperasi.

“Totalnya sekitar dua tahun. Jadi pada 2027 semuanya selesai. BRT akan beroperasi penuh tanpa konstruksi tambahan lagi pada September 2027,” kata Farhan.

Rute dan Skema Jalur Khusus BRT Bandung Raya

Sistem BRT nantinya menerapkan dedicated lane atau jalur khusus berseparator yang mengoneksikan titik-titik krusial Kota Bandung dari pusat Alun-Alun menuju wilayah barat, selatan, hingga timur.

  • Koridor Barat & Selatan: Berawal dari Alun-Alun Bandung menuju Jalan Sudirman, Rajawali, Stasiun, Jalan Otista, Tegalega, lalu kembali mengarah ke utara menuju Alun-Alun.
  • Koridor Timur: Meliputi Alun-Alun Bandung, Banceuy, Jalan Ahmad Yani, Kiaracondong, berputar ke Jalan Jakarta, kembali ke Jalan Ahmad Yani, Simpang Lima, Asia Afrika, dan berakhir di Alun-Alun.

“Di Kiaracondong melakukan putar balik, kemudian masuk lagi ke Jalan Jakarta, Ahmad Yani, lurus lagi sampai ke Simpang Lima, Asia Afrika, dan bertemu kembali di Alun-Alun. Itu merupakan jalur BRT Barat, Selatan, dan Timur,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru