NASIONAL,FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia , Senin (17/8/2026) berlangsung penuh keprihatinan. Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berjuang menghadapi masa darurat bencana pascagempa bumi tektonik yang mengguncang kawasan Flores.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat aktivitas sesar naik (thrust fault) ini sebelum akhirnya mencabut status tersebut pada pukul 07.30 WIB.
Baca Juga: Gandeng Baznas Kota Bandung, Farhan Siapkan Skema Penyaluran Bantuan Bencana Gempa NTT
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terbaru per Senin (17/8/2026) terkait dampak kerugian jiwa akibat bencana tersebut.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan rincian jumlah korban meninggal dunia dan luka-luka dalam pers konferensi.
“Data yang kami peroleh hingga saat ini (korban jiwa) sebanyak 68 jiwa,” ujar Berton.
Laporan resmi BNPB mencatat 68 warga meninggal dunia serta 213 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Manggarai menjadi area paling terdampak dengan jumlah korban tertinggi, disusul Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ende, Manggarai Barat, dan Ngada. Pihaknya mengonfirmasi sudah tidak menerima laporan adanya warga yang hilang.
BMKG Catat Ribuan Gempa Susulan
Aktivitas seismik di wilayah Flores masih relatif tinggi. Pemantauan BMKG hingga Senin (17/8/2026) pukul 11.00 WIB mencatat 1.624 kali gempa susulan dengan rentang magnitudo 1,3 hingga 6,2.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa intensitas gempa susulan akan berangsur meluruh dan melemah secara bertahap.
“Ya, sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2, yang terkecil 1,3, dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa,” katanya.
Polri Kerahkan Anjing K9 dan Logistik Darurat
Pemerintah terus memperkuat penanganan lapangan untuk memulihkan akses listrik, air bersih, pasokan BBM, dan jaringan komunikasi. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberangkatkan 10 anjing pelacak K9 beserta 21 personel ke Labuan Bajo menggunakan pesawat CN-295.
Polri turut mendistribusikan 2,5 ton bantuan logistik berisi perlengkapan SAR, obat-obatan, tenda, makanan, serta alat komunikasi. Langkah ini melengkapi penerjunan 137 personel gabungan Brimob, DVI, dan Dokkes yang telah beroperasi sebelumnya.
Presiden Prabowo Ajak Doa Bersama di Istana
Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta turut menyelipkan momen solidaritas nasional. Presiden Prabowo Subianto memimpin doa bersama untuk keselamatan seluruh korban bencana di Indonesia.
“Serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya,” kata Prabowo.
Hingga saat ini, proses distribusi bantuan puluhan armada truk Polri beserta tim pendamping psikologis terus bergerak menjangkau posko-posko pengungsian di Flores.
(Jingga Sonjaya)



