spot_imgspot_img
Kamis 6 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wali Kota Tasikmalaya Tinjau TK Negeri Rakyat, 850 Anak Prasejahtera Dapat Sekolah Gratis

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, bersama Bunda PAUD Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, memantau langsung pelaksanaan Program TK Negeri Rakyat, Kamis (6/8/2026). Program pendidikan ini baru saja rilis, Senin (3/8/2026) lalu.

Wali Kota dan Bunda PAUD meninjau dua lokasi sekolah, yakni TK Pertiwi Kecamatan Tawang serta Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Situ Cibeureum di Kecamatan Tamansari.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Bongkar Modus Penipuan Titip Limit Paylater, Puluhan Korban Rugi Lebih dari Rp500 Juta

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Disdik Kota Tasikmalaya, Yogi Gum Permana, turut mendampingi peninjauan tersebut. Rombongan melihat langsung proses belajar mengajar, kesiapan guru, hingga kelengkapan fasilitas pendukung sekolah.

Viman dan dr. Elvira menyapa dan berinteraksi langsung dengan para siswa di TK Pertiwi. Langkah ini memastikan anak-anak penerima bantuan memperoleh layanan pendidikan yang layak, ramah, dan berkualitas.

“Pendidikan anak usia dini di TK ini sangat penting dan utama. Anak-anak ini masa depannya Kota Tasikmalaya. Kita pastikan mereka belajar dengan nyaman, gurunya siap, dan fasilitasnya memadai dalam mendukung kegiatan belajar,” ungkap Viman saat berdialog dengan para guru dan orang tua murid.

Program Tasik Pintar Sasar Anak Prasejahtera

TK Negeri Rakyat merupakan program prioritas “Tasik Pintar” cetusan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya. Program inovatif ini menyasar anak usia 5–6 tahun dari keluarga prasejahtera yang masuk dalam kelompok Desil 1 dan Desil 2.

Pada tahap awal, sebanyak 850 anak telah terdaftar dan mulai mengenyam pendidikan di berbagai TK negeri dan swasta yang bekerja sama dengan Pemkot.

Pemerintah daerah menanggung seluruh biaya pendidikan peserta didik. Bantuan tersebut mencakup biaya sekolah, penyediaan seragam, tas, sepatu, hingga bantuan operasional bagi lembaga pendidikan.

Viman menegaskan bahwa masalah ekonomi tidak boleh memutus akses pendidikan anak-anak di Kota Tasikmalaya.

“Jangan sampai ada anak yang tidak bisa sekolah hanya karena orang tuanya kurang mampu. Ini juga bagian dari upaya kita menuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) dari usia 5–6 tahun dan mendukung Wajib Belajar 13 Tahun,” tegasnya.

Pemkot Siapkan Revitalisasi Gedung SKB Tamansari

Bunda PAUD Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, menjelaskan bahwa 850 siswa penerima manfaat tersebar di TK dekat lingkungan rumah masing-masing agar mudah dijangkau.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin memastikan, tidak ada lagi anak usia dini di Kota Tasikmalaya yang kehilangan kesempatan untuk sekolah hanya karena dari keluarga tidak mampu,” ungkapnya.

dr. Elvira membocorkan rencana pembangunan gedung khusus TK Negeri Rakyat untuk memperkuat jangkauan program strategis ini.

“Insyallah, akan di bangun di wilayah Kecamatan Tamansari yakni bangunan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang sudah tidak yang berdiri di sana segera di manfaatkan lagi, akan direvitalisasi untuk sekolah TK Negeri Rakyat Kota Tasikmalaya,” imbuhnya.

Ia berharap perluasan program ini terus berjalan agar seluruh anak usia dini di Tasikmalaya mendapatkan hak belajar secara adil.

“Pemerintah tentu berkewajiban untuk menyediakan infrastruktur yang memadai. Pendidikan usia dini merupakan investasi jangka panjang. Kemudian kita harus menyiapkan generasi penerus bangsa sejak dini melalui pendidikan yang layak dan berkualitas,” pungkasnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru