spot_imgspot_img
Minggu 26 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kampung Angklung Ciamis Rutin Pasok Angklung ke Saung Udjo dan Berbagai Destinasi Wisata di Indonesia

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Nama Kampung Angklung di Desa Panyingkiran, Kabupaten Ciamis, mungkin belum setenar destinasi wisata budaya papan atas lainnya. Namun, gema musik bambu karya para pengrajin setempat telah lama menghiasi berbagai pusat edukasi, sanggar seni, dan tempat wisata di seluruh Indonesia.

Pengrajin angklung, Nunu Angklung, membeberkan bahwa dirinya rutin mengirimkan pasokan alat musik bambu ke Saung Angklung Udjo di Bandung sejak tahun 2010. Berbagai lembaga pendidikan dan destinasi wisata nasional juga menggunakan angklung buatan warga Panyingkiran.

Baca Juga: Satu Kampung di Ciamis Hidup dari Angklung, Produksinya Capai 1.000 Oktaf Setiap Bulan

Menembus Saung Udjo hingga Proyek Besar ke Medan

Nunu menceritakan perjalanan usahanya yang kini makin masyarakat kenal secara luas. Dulu, pemesan hanya memanfaatkan produknya tanpa mengetahui daerah asal pembuatannya.

“Sejak tahun 2010 saya sudah rutin mengirim angklung ke Saung Udjo. Dulu belum banyak yang mengetahui asalnya. Sekarang mulai banyak yang tahu bahwa angklung di berbagai tempat wisata berasal dari Ciamis,” ujar Nunu di Kampung Angklung Panyingkiran Ciamis, Minggu (26/07/2026).

Nunu menjelaskan bahwa jajarannya membidik dua ceruk pasar utama, yaitu sektor pariwisata dan duni pendidikan. Pengrajin melayani pesanan dari skala satuan hingga satu set angklung utuh.

Patokan harga angklung tergolong bervariasi. Pengrajin membanderol satu nada mulai Rp25 ribu, sementara satu set angklung dengan spesifikasi khusus dapat menembus angka puluhan juta rupiah.

Nunu mengenang keberhasilannya merampungkan proyek raksasa saat mengirim hampir 30 set angklung ke Kota Medan. Setiap set memuat 150 nada, dan tim pengrajin menuntaskan seluruh pesanan tersebut dalam waktu 25 hari kerja saja.

“Alhamdulillah proyek itu selesai tepat waktu dan saya mengantarkan langsung ke Medan. Itu menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan,” kataya.

Membangun Kepercayaan Pasar Nasional

Nunu menilai kepercayaan dari berbagai daerah membuktikan bahwa angklung buatan Kampung Angklung Ciamis memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.

Ia mengusung harapan agar masyarakat luas semakin mengenal Kampung Angklung Panyingkiran sebagai produsen utama alat musik tradisional Sunda ini.

“Harapan kami, ketika orang memainkan angklung di berbagai daerah, mereka juga tahu bahwa salah satu daerah yang memproduksinya adalah Kampung Angklung di Ciamis,” kata Nunu.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru