spot_imgspot_img
Sabtu 25 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sinergi OJK Tasikmalaya dan Pemda Sumedang Dorong Pelajar Gemar Menabung Melalui Progam Kejar

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Khususnya di kalangan pelajar melalui Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 41 Tahun 2026 tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).

Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat kepemilikan rekening tabungan bagi peserta didik.  Mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).

BACA JUGA:

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemkab Garut-OJK Bersinergi

Selain itu memperluas akses terhadap layanan keuangan formal sebagai bagian dari penguatan literasi dan inklusi keuangan.

Selain mendorong pembukaan rekening di sektor perbankan, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga melibatkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) untuk memperluas akses layanan keuangan formal.

Melalui koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), implementasi Program Kejar di perkuat dengan pendampingan hingga tingkat satuan pendidikan.

Bentuk inovasi yang di terapkan adalah melalui pembagian wilayah pendampingan sekolah. Sehingga koordinasi, pembukaan rekening, pemantauan dan evaluasi capaian dapat di lakukan secara efektif dan berkelanjutan.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati mengapresiasi langkah dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar melalui penguatan implementasi program Kejar.

Harapannya, bisa membangun kemandirian finansial dan pengetahuan perencanaan keuangan sejak dini.

Ia mengatakan, keberhasilan Program Kejar di Sumedang menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan (IJK) dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat dan pelajar.

BACA JUGA:

OJK Tasikmalaya Edukasi Mahasiswa Unigal Ciamis soal Investasi Legal dan Pasar Modal

“Pemkab Sumedang membuktikan, jika keberhasilan Program Kejar tidak hanya di tentukan oleh jumlah rekening yang di buka. Tetapi juga oleh kuatnya kepemimpinan daerah, sinergi lintas pemangku kepentingan serta sistem monitoring yang berjalan efektif,” kata Nofa Hermawati, Sabtu (25/7/2026).

Ia menjelaskan, Surat Edaran Bupati, pelibatan TPAKD, pembagian wilayah pendampingan sekolah hingga keterlibatan lembaga keuangan formal menjadi praktik baik yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat inklusi keuangan generasi muda.

“Komitmen Pemda Sumedang perlu menjadi contoh bagi daerah lain untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi lapisan masyarakat. Khususnya bagi generasi penerus bangsa agar menumbuhkan budaya menabung untuk perencanaan keuangan di masa depan,” jelas Nofa Hermawati.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengungkapkan, Program Kejar merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi muda yang mandiri dan bijak secara finansial.

“Menabung bukan sekadar menyimpan uang. Tetapi membangun karakter disiplin, tanggung jawab dan membangun kemampuan untuk merencanakan finasial di masa depan,” ungkap Bupati.

Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan peserta didik. Mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.

Selain itu akan memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar budaya menabung menjadi gerakan bersama.

“Melalui sinergi Pemda dan TPAKD serta IJK, Kabupaten Sumedang berhasil membangun ekosistem yang mendorong kepemilikan rekening sejak usia dini. pada Semester I Tahun 2026, Program Kejar sukses menghasilkan 4.761 rekening baru (Number of Accounts/NoA) dengan total nominal sekutar Rp2,46 miliar,” imbuhnya.

BACA JUGA:

OJK Kukuhkan Duta Literasi Keuangan Syariah, Siap Edukasi Warga hingga Pelosok

Melihat keberhasilan ini, OJK akan terus memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang, TPAKD dan seluruh pemangku kepentingan melalui edukasi keuangan yang berkelanjutan, perluasan akses terhadap layanan keuangan formal, serta penguatan implementasi Program Kejar.

“Upaya dan komitmen dari semua pihak di harapkan semakin meningkatkan edukasi literasi dan inklusi keuangan di tengah-tengah masyarakat dan pelajar sejak dini. Hal ini untuk mendukung terwujudnya ekosistem keuangan yang inklusif, sehat dan berkelanjutan,” pungkas Nofa Hermawati.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru