PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Musim tangkapan ikan Juli hingga Oktober membawa berkah bagi nelayan di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar). Salah satu komoditas yang kini melimpah adalah udang rebon, bahan baku utama terasi dan ebi yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Pemandangan khas musim rebon tampak di Lapangan Katapang Doyong, Pantai Timur Pangandaran, Sabtu (25/7/2026). Di bawah terik matahari, puluhan nelayan sibuk menjemur udang rebon hasil tangkapan semalam.
BACA JUGA:
Bupati Pangandaran Ajak Masyarakat Saksikan Kejurnas Pacuan Kuda Indonesia Derby 2026 di Legok Jawa
Mereka membolak-balik udang menggunakan alat khusus agar proses pengeringan merata. Aroma khas udang kering berpadu dengan angin pantai menjadi penanda di mulainya musim panen yang selalu di nanti.
salah satu nelayan, Nono mengatakan, musim rebon berlangsung mulai Juli hingga Oktober. Pada periode itu, nelayan menangkap udang rebon di bagang yang berada ratusan meter dari bibir Pantai Timur Pangandaran.
”Biasanya kami menangkap udang rebon di bagang menggunakan jaring sirib atau branjang yang ukurannya cukup besar,” ujar Nono.
Aktivitas melaut di mulai pukul 18.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 04.00 WIB. Selama semalam, jaring di angkat berkali-kali dengan jeda sekitar satu jam.
Menurut Nono, hasil tangkapan sangat di pengaruhi kondisi arus laut. Saat cuaca bersahabat, hasil yang di peroleh bisa mencapai satu kuintal hingga satu ton dalam semalam.
”Dalam semalam kami biasanya mengangkat jaring beberapa kali. Banyak sedikitnya hasil tangkapan tergantung perubahan arus laut,” katanya.
Setelah di tangkap, udang rebon di bawa ke Lapangan Katapang Doyong untuk di jemur. Proses pengeringan dengan panas matahari berlangsung setengah hari hingga seharian penuh. Tergantung cuaca.
Udang yang sudah kering langsung di kemas dan di pasarkan. Para pengepul dari Tegal dan Banjar biasanya datang langsung ke Pangandaran untuk membeli.
”Habis di jemur langsung di kemas. Biasanya bandar dari Tegal dan Banjar datang membeli ke sini,” ucap Nono.
BACA JUGA:
HAN 2026: DKBP3A Pangandaran Wujudkan Kabupaten Layak Anak
Saat ini harga udang rebon kering kualitas terbaik di banderol Rp40-43 ribu per kilogram. Untuk kualitas rendah, harganya hanya belasan ribu rupiah per kilogram.
Melimpahnya hasil tangkapan membuat pendapatan nelayan ikut terdongkrak. Nono mengaku dari hasil tangkapan satu ton semalam, ia bisa mendapat keuntungan bersih belasan hingga puluhan juta rupiah.
”Ya, itu tergantung kualitas dan harga jual di pasaran,” ujarnya.
Selain meningkatkan pendapatan nelayan, udang rebon juga memiliki nilai tambah. Komoditas ini di olah menjadi berbagai produk pangan.
”Seperti buat terasi, ebi dan aneka bumbu masakan yang di pasarkan ke berbagai daerah di Indonesia,” kata Nono.
(Sajidin)



