PRANCIS, FOKUSJabar.id: Zinedine Zidane di kabarkan telah sepakat dengan Federation Française de Football (FFF) untuk melatih Tim Nasional (Timnas) Prancis.
Legenda sepak bola Prancis itu di siapkan menggantikan Didier Deschamps seusai Piala Dunia 2026.
Targetnya, membawa Kylian Mbappe dan kawan-kawan berjaya di Euro 2028 serta Piala Dunia 2030.
BACA JUGA:
Prancis vs Inggris Berebut Posisi Ketiga Piala Dunia 2026, Deschamps Jalani Laga Terakhir
Mengutip jawapos, pergantian pelatih menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah sepak bola Prancis.
Setelah lebih dari satu dekade berada di bawah kepemimpinan Didier Deschamps, Les Bleus kini bersiap menyambut sosok yang selama ini di anggap sebagai penerus paling ideal.
Federasi Sepak Bola Prancis sejak lama menjadikan Zinedine Zidane sebagai kandidat utama pengganti Didier Deschamps.
Proses komunikasi antara kedua pihak di sebut telah berlangsung selama beberapa bulan sebelum akhirnya mencapai kata sepakat.
Fabrizio Romano melaporkan, kesepakatan itu telah tercapai dan Zidane akan resmi mulai bekerja setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Mantan pelatih Real Madrid tersebut di proyeksikan memimpin Timnas Prancis menghadapi dua turnamen besar. Yakni Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Penunjukan Zidane bukan keputusan yang mengejutkan. Sebagai legenda hidup sepak bola Prancis, ia memiliki rekam jejak luar biasa, baik sebagai pemain maupun pelatih. Sehingga di nilai mampu menjaga status Les Bleus sebagai salah satu kekuatan utama dunia.
Kehadirannya di harapkan mampu memaksimalkan generasi emas yang masih di pimpin Kylian Mbappe.
FFF ingin momentum pergantian pelatih ini menjadi awal siklus baru yang penuh prestasi.
Pergantian pelatih terjadi setelah Didier Deschamps memastikan akan meninggalkan kursi pelatih Timnas Prancis seusai Piala Dunia 2026.
Pelatih berusia 58 tahun itu mengakhiri perjalanan panjang yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Timnas Inggris menjadi laga terakhir Deschamps sebagai pelatih Les Bleus.
Duel tersebut bukan sekadar perebutan medali perunggu. Namun menjadi momen perpisahan bagi sosok yang telah membawa banyak kesuksesan untuk Prancis.
BACA JUGA:
5 Pesepak Bola Paling Mahal di Piala Dunia 2026
Selama menangani Timnas Prancis, Deschamps berhasil menjaga konsistensi performa tim di level tertinggi.
Dia mampu membawa Les Bleus terus bersaing dalam berbagai turnamen internasional dan menjadi salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Prancis.
Keputusan mundur sebenarnya sudah di konfirmasi sebelum turnamen berakhir. Karena itu, FFF bergerak cepat agar proses transisi berjalan mulus tanpa mengganggu persiapan tim menuju agenda internasional berikutnya.
Menurut informasi yang beredar, Zidane memang telah lama menjadikan Timnas Prancis sebagai tujuan utama karier kepelatihannya.
Sejak meninggalkan Real Madrid, ia memilih tidak menerima berbagai tawaran dari klub-klub elite Eropa. Padahal, pelatih berusia 54 tahun itu beberapa kali di kaitkan dengan sejumlah klub besar yang membutuhkan juru taktik baru.
Namun seluruh peluang tersebut di tolak karena ia hanya ingin menangani negaranya sendiri.
Misi Besar Zidane Bersama Kylian Mbappe
Tantangan pertama Zidane adalah membangun fondasi tim menuju Euro 2028. Ia akan mewarisi skuad bertabur bintang yang masih di pimpin Kylian Mbappe sebagai ikon utama sepak bola Prancis.
Ekspektasi terhadap Zidane tentu sangat tinggi. Selain memiliki reputasi luar biasa sebagai pelatih. Dia juga di kenal piawai mengelola ruang ganti yang di penuhi pemain-pemain bintang.
Target FFF pun tidak main-main. Zidane di harapkan mampu mengembalikan Les Bleus menjadi juara Eropa sekaligus kembali merebut trofi Piala Dunia 2030.
Pengalaman sukses bersama Real Madrid menjadi modal penting. Meski melatih tim nasional memiliki tantangan berbeda di banding klub.
Kemampuan Zidane dalam mengelola tekanan di yakini menjadi nilai tambah yang sangat di butuhkan.
Jika kesepakatan ini segera di resmikan, Les Bleus akan memulai perjalanan baru dengan salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola mereka.
Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana Zidane membangun generasi berikutnya dan membawa Prancis kembali berdiri di puncak sepak bola dunia.
(Bambang Fouristian)



