spot_imgspot_img
Jumat 7 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

‘Media Sosial Itu Seperti Pisau’, Pesan Diky Candra Usai Pegawai RSUD Tasikmalaya Viral karena Komentar Pasien BPJS

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kontroversi komentar nirempati terhadap almarhum Yurizal, seorang pasien BPJS Kesehatan yang meninggal dunia usai menunggu kamar perawatan selama 8 jam, resmi memasuki babak akhir.

Oknum pegawai rumah sakit yang menuai sorotan tajam publik kini melepas jabatannya setelah gelombang kecaman masyarakat tidak terbendung.

Baca Juga: Viral Hina Pasien BPJS, PPPK RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya Pilih Mengundurkan Diri

Manajemen RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya mengonfirmasi bahwa Norma Zahara (NZ) telah mengajukan pengunduran diri pada Kamis, 6 Agustus 2026. Sebelum kasus ini mencuat, NZ bertugas sebagai staf administrasi berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Direktur Utama RSUD dr. Soekardjo, dr. Tirmadi, menyatakan bagian kepegawaian telah menerima surat resmi pengunduran diri dari yang bersangkutan.

Pihak rumah sakit melimpahkan berkas tersebut ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya untuk memproses keputusan final kepegawaian.

Diky Candra Minta Inspektorat Kawal Sanksi Disiplin

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menyayangkan tindakan tidak terpuji yang mencoreng citra pelayanan kesehatan daerah. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat berada di kawasan Raudatul Ulum Cidahu, Kecamatan Tamansari, Kamis (6/8/2026).

“Ya harus ada tindakan dan sementara ini pelaku sudah di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan) oleh atasan masing-masing. Kita tidak ingin kejadian serupa bisa terulang kembali,” tegas Diky.

Pemerintah Kota Tasikmalaya mengutus Inspektorat untuk mengawal proses penegakan disiplin agar sanksi yang berjalan sesuai PP Nomor 9 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai.

Analogi Pisau Dapur dan Etika Bermedia Sosial

Diky Candra melontarkan imbauan tegas bagi seluruh ASN maupun tenaga honorer agar lebih arif saat menyebarkan narasi di ruang digital. Ia mengibaratkan platform media sosial bagaikan pisau dapur.

Apabila seorang ibu menggunakannya untuk memotong bahan makanan, pisau itu membawa manfaat. Namun jika jatuh ke tangan orang yang tidak bijak, pisau tersebut justru memicu bahaya besar.

Sebelumnya, tangkapan layar komentar NZ melalui akun Threads miliknya (@nnzhaquarius) saat merespons penderitaan almarhum Yurizal viral dan memancing amarah netizen.

Menyadari dampak perbuatannya, NZ sempat mengunggah video permohonan maaf terbuka pada Rabu (5/8/2026). Insiden ini menjadi teguran keras bagi seluruh aparatur pelayanan publik agar senantiasa menjunjung tinggi etika dan empati.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru