BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memacu percepatan program penataan kabel udara semrawut di 85 ruas jalan protokol. Pemkot memasang target tinggi agar seluruh proyek pemindahan jaringan utilitas tersebut rampung secara total sebelum akhir tahun 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, mengaku sangat optimistis jajarannya mampu menuntaskan penataan ini lebih awal dari tenggat waktu yang pernah Wali Kota Bandung instruksikan.
Baca Juga: Nekat Tebang Pohon Tanpa Izin, Lima Warga di Bandung Didenda Total Rp100 Juta
“Kita sudah melaksanakan pengandalan di 15 ruas jalan. Insya Allah di bulan Juli 27 ruas jalan akan selesai, dan target di akhir tahun 2026, 85 ruas jalan kita akan lakukan pengandalan kabel udara,” terang Henryco, Selasa (14/7/2026).
Henryco menegaskan bahwa tim teknis di lapangan terus memotong birokrasi dan mempercepat ritme kerja agar masyarakat bisa menikmati estetika kota yang bersih secepat mungkin.
“Insya Allah selesai sebelum akhir tahun. Target yang diberikan oleh Pak Wali adalah akhir tahun, tapi kami berusaha semaksimal mungkin sebelum akhir tahun itu sudah selesai dilaksanakan,” ucapnya.
Pelototi Penurunan Kontur Tanah Akibat Galian
Henryco menguraikan bahwa proyek besar ini tidak sekadar memindahkan bentangan kabel ke dalam tanah. Petugas juga memikul tanggung jawab untuk memulihkan kembali kondisi jalan. Terlebih memperbaiki bekas galian utilitas yang kerap ambles akibat perubahan kontur tanah.
“Termasuk perbaikan-perbaikan galian. Karena ada struktur galian yang memang karena kontur tanah tiba-tiba turun, itu harus diperbaiki. Kami bersama PT Bandung Infra Investama (BII) melakukan pemeriksaan setiap hari. Kemudian apabila ada galian manhole yang turun, itu akan kami segera perbaiki,” paparnya.
Garansi Layanan Publik Bebas Gangguan Jaringan
Meski menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan, Diskominfo menjamin proses migrasi kabel bawah tanah ini tidak akan melumpuhkan aktivitas digital warga. Tim teknis sudah menyiapkan sistem cadangan khusus untuk mengantisipasi potensi putusnya koneksi internet.
“Apabila ada putus atau gangguan, maka akan kami lakukan backup sehingga tidak terjadi putus layanan kepada masyarakat. Prioritas kami adalah layanan perbankan, kesehatan, pendidikan, kependudukan, serta TNI dan Polri,” tegas Henryco.
Di sisi lain, Henryco tidak menampik fakta bahwa masih ada segelintir operator telekomunikasi swasta yang belum sepenuhnya mematuhi regulasi penataan ini. Kendati demikian, ketidakhadiran beberapa operator tersebut tidak akan menyurutkan jalannya proyek.
“Sampai dengan saat ini memang ada beberapa operator, tapi pengandalan tetap kami lakukan. Yang kami kawal adalah regulasi. Untuk urusan business to business, itu menjadi ranah PT BII. Kami tidak diperkenankan melakukan komunikasi terkait business to business,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



