CIAMIS,FOKUSJabar.id: Gerombolan monyet liar menyerbu lahan pertanian milik warga di Dusun Sukamanah, Desa Imbanagara, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Aksi penjarahan satwa tersebut membuat sejumlah petani terancam kehilangan total hasil panen jagung, singkong, hingga kacang tanah mereka.
Faktor menipisnya ketersediaan pakan di dalam hutan habitat asli seiring datangnya musim kemarau diduga memicu kawanan monyet ini turun ke kebun warga. Selain itu, populasi monyet yang terus beranak pinak membuat kelompok mereka semakin masif.
Baca Juga: Tabuhan Bedug dan Lantunan Nadhoman Bikin Pembukaan PORSADIN VIII Ciamis Berlangsung Meriah
Kawasan pertanian ini sebenarnya sudah menjadi langganan sasaran penjarahan monyet liar sejak beberapa tahun lalu. Kendati demikian, warga mengaku serangan kali ini merupakan yang terparah.
Akibat serbuan kawanan primata tersebut, para petani pemilik tanaman jagung, singkong, dan kacang tanah menelan kerugian materi yang cukup besar. Monyet-monyet liar itu melahap habis tanaman yang sebenarnya sudah memasuki masa siap panen.
“Serangan monyet liar itu tadi sekitar pukul 10.00 WIB,” kata seorang warga Dusun Sukamanah, Agus, Sabtu (4/7/2026).
Populasi Meledak dari Belasan Menjadi Puluhan Ekor
Agus menceritakan bahwa dulu kelompok monyet liar tersebut hanya beranggota belasan ekor saja. Namun, saat aksi penyerbuan hari ini, ia melihat jumlahnya sudah membengkak hingga puluhan ekor.
“Dulu mah saya saat akan pergi memancing ke Sungai Citanduy, jumlah monyet liar itu paling ada sekitar 14 ekor saja dan itupun hanya di hutan sekitaran sungai,” ucapnya.
Petani Ciamis Dilema dan Berharap Bantuan Pemerintah
Warga setempat sebenarnya sudah menempuh berbagai cara untuk menghalau hama tersebut. Namun, kawanan monyet liar ini justru menunjukkan gelagat agresif dan balik mengancam orang-orang yang mencoba mengusir mereka.
Kondisi tersebut membuat warga berada dalam posisi dilematis karena tidak ingin terjerat masalah hukum jika nekat membasmi satwa tersebut.
“Kami mohon ada perhatian dari pihak terkait agar serangan monyet liar itu bisa dikurangi karena kalau kami buru lalu dibunuh, takut menjadi persoalan hukum karena binatang itu dilindungi undang-undang,” ungkap Agus.
(Husen Maharaja)



