spot_imgspot_img
Jumat 26 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dede Solehudin: Pemekaran Garut Utara Perkuat Kabupaten Induk

GARUT, FOKUSJabar.id: Di tengah semakin menguatnya aspirasi pembentukan Kabupaten Garut Utara, masih terdapat anggapan bahwa pemekaran akan melemahkan bahkan “mematikan” Kabupaten Garut sebagai kabupaten induk.

Menurut Sekretaris Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Dede Solehudin, pandangan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah maupun landasan normatif yang kuat.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Sosialisasi Peduli Api

Justru sebaliknya, hasil Kajian Kapasitas Daerah (Kapasda) yang di susun tim akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad) menegaskan bahwa pembentukan Kabupaten Garut Utara tidak akan melemahkan Kabupaten Garut.

Kajian tersebut menunjukkan, Kabupaten induk maupun Calon Kabupaten Garut Utara sama-sama memiliki kapasitas yang sangat memadai untuk menyelenggarakan pemerintahan, pelayanan publik dan pembangunan daerah secara mandiri.

Dede menyebut, berdasarkan instrumen PP Nomor 78 Tahun 2007, Garut Utara memperoleh skor 451 dan Kabupaten Garut memperoleh 466.

Pada instrumen Rancangan Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2014, Garut Utara memperoleh skor 400. Sedangkan Kabupaten Garut 410.

Kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua daerah berada pada kategori sangat mampu. Sehingga secara akademik tidak terdapat indikasi bahwa pemekaran akan mengurangi kemampuan daerah induk.

“Hasil kajian tersebut membantah anggapan bahwa pemekaran identik dengan kemunduran daerah induk,” tegasnya.

Dia mengatakan, pemekaran bukanlah proses memisahkan masyarakat Garut. Pemekaran adalah strategi penataan pemerintahan untuk memperpendek rentang kendali, mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan serta meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan sebagaimana semangat desentralisasi dan otonomi daerah.

Perlu di pahami, pemekaran bukan membagi kemiskinan. Namun menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Pemekaran bukan mengurangi kekuatan Kabupaten Garut, tetapi menghadirkan dua pemerintahan yang sama-sama fokus mengembangkan potensinya masing-masing.

Pemekaran juga bukan untuk memecah persatuan masyarakat. Garut tetap satu dalam sejarah, budaya, nilai-nilai keagamaan dan ikatan sosial.

Yang berubah hanyalah sistem administrasi pemerintahan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, pemekaran bukan beban negara apabila di lakukan berdasarkan kajian yang matang. Sebaliknya, pemekaran merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan efektivitas pembangunan nasional.

Dampak Positif bagi Kabupaten Garut

Dede mengatakan, Kabupaten Garut sebagai daerah induk akan memperoleh berbagai manfaat strategis. Yakni, dengan berkurangnya luas wilayah administrasi dan rentang kendali pemerintahan, dapat lebih fokus membangun wilayah selatan, tengah dan perkotaan sesuai karakteristik daerahnya.

Selanjutnya, pelayanan publik menjadi lebih efektif karena beban birokrasi berkurang, perencanaan pembangunan menjadi lebih terarah, pengawasan pemerintahan menjadi lebih optimal.

Dengan begitu, pengelolaan anggaran menjadi lebih fokus pada prioritas pembangunan daerah induk.

BACA JUGA:

Argentina jadi Tim Favorit Kepala Dispora Garut di Piala Dunia

Menurut Sekum PM Gatra, investasi akan semakin meningkat karena masing-masing daerah memiliki strategi pengembangan ekonomi yang lebih spesifik sesuai potensi wilayah.

Koordinasi pemerintahan menjadi lebih sederhana dan pengambilan keputusan dapat di lakukan lebih cepat.

Dari sisi sosial, masyarakat akan memperoleh akses pelayanan kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, perizinan dan pelayanan pemerintahan lainnya dengan jarak yang lebih dekat.

Dan dari sisi ekonomi regional, lahirnya Kabupaten Garut Utara akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru yang saling menopang dengan Kabupaten Garut.

Aktivitas perdagangan, jasa, industri, pertanian, pariwisata, UMKM, investasi serta pembangunan infrastruktur akan berkembang lebih merata. Sehingga memberikan manfaat bagi seluruh tatar Garut.

“Dari sisi fiskal, kedua daerah memiliki peluang memperkuat kapasitas keuangannya melalui optimalisasi potensi pendapatan daerah, peningkatan investasi dan pengelolaan sumber daya yang lebih efektif sesuai karakter wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Garut Semakin Kuat

Berkaca pada pengalaman berbagai daerah di Indonesia menunjukkan, pemekaran yang di siapkan secara matang mampu melahirkan dua daerah yang sama-sama berkembang.

Karena itu, pembentukan Kabupaten Garut Utara harus di pandang sebagai strategi memperkuat Garut secara keseluruhan, bukan memperlemah salah satu pihak.

“Garut akan memiliki dua pusat pemerintahan, dua pusat pelayanan publik, dua pusat pertumbuhan ekonomi, dua pusat investasi dan dua kekuatan pembangunan yang saling mendukung,” katanya.

“Semakin banyak pusat pertumbuhan, semakin besar peluang terciptanya kesejahteraan masyarakat, Dede menambahkan.

Sudah saatnya diskusi mengenai pembentukan Kabupaten Garut Utara di dasarkan pada data, kajian ilmiah, regulasi dan kepentingan masyarakat.

Hasil Kajian Kapasitas Daerah telah memberikan penegasan bahwa Kabupaten Garut tetap memiliki kapasitas yang sangat kuat sebagai daerah induk. Sementara Garut Utara juga telah memenuhi kapasitas untuk menjadi DOB.

Dengan demikian, pembentukan Kabupaten Garut Utara bukanlah akhir dari kejayaan Kabupaten Garut. Melainkan awal lahirnya dua kekuatan pembangunan yang akan saling menguatkan.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru