spot_imgspot_img
Kamis 25 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sawah Terancam Kering, Dicky Candra Cari Solusi Krisis Air untuk Petani Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, bergerak cepat merespons keluhan para petani yang terdampak aktivitas revitalisasi Sungai Cikunten. Orang nomor dua di Kota Tasikmalaya tersebut mendatangi langsung Markas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy di Jalan Ir. Soetami, Kota Banjar, Kamis (25/6/2026).

Dicky Candra memboyong Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP3) Kota Tasikmalaya Ely Suminar beserta sejumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Langkah taktis ini bertujuan untuk mengurai masalah penyusutan pasokan air yang mengancam sektor agraris di wilayah Tasikmalaya akibat pengerjaan proyek infrastruktur tersebut.

Baca Juga: Kemenag dan Pemkab Ciamis Santuni 2.345 Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas pada 10 Muharram

Misi penting ini menjembatani komunikasi langsung antara otoritas pertanian daerah dan pihak BBWS Citanduy. Kedua belah pihak berdiskusi intensif guna merumuskan solusi konkret terkait distribusi air irigasi sekaligus memetakan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

“Kami menerima langsung jeritan para petani mengenai dampak pengerjaan revitalisasi Cikunten oleh BBWS Citanduy. Hari ini kami membawa jajaran Dinas Pertanian dan PPL untuk duduk bersama BBWS guna merancang solusi distribusi air yang adil,” tegasnya, Kamis (25/6/2026).

Selamatkan Target Swasembada Pangan Presiden Prabowo, Pemkot Tasikmalaya Terapkan Sistem Buka-Tutup Air

Ia mengakui pentingnya proyek revitalisasi sungai untuk mengendalikan banjir dan menata aliran air. Namun, ia menggarisbawahi bahwa penyusutan hingga penghentian pasokan air irigasi saat ini mengancam mata pencaharian petani.

Jika kondisi lahan yang mengering ini terus berlanjut, produksi padi regional dipastikan merosot tajam. Kondisi tersebut otomatis mengganggu target swasembada pangan nasional yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan konstruktif tersebut akhirnya melahirkan kesepakatan penting berupa penerapan skema pengaturan air secara bergilir (sistem buka-tutup) ke saluran irigasi sawah.

Pola giliran ini menjamin hamparan sawah di kawasan Mangkubumi tetap menerima pasokan air secara berkala, meskipun proyek fisik revitalisasi Cikunten tetap berjalan di lapangan.

Pemkot Tasikmalaya juga mendesak Kementerian PUPR dan BBWS Citanduy untuk mengalirkan dukungan teknis serta kebijakan berkelanjutan yang berpihak pada nasib petani.

Para penyuluh dan kelompok tani menyambut positif langkah kilat Wakil Wali Kota ini. Mereka meminta pihak terkait segera menyosialisasikan jadwal resmi sistem gilir air agar mereka dapat memulai musim tanam sekaligus menepis hantu gagal panen.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru