BEKASI, FOKUSJabar.id: Upaya mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki terus di lakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Salah satu langkah yang di lakukan adalah pembersihan trotoar di kawasan Pasar Ramayana, Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikarang Utara.
BACA JUGA:
Tingkatkan Minat Baca, Disarpus Bekasi Kembangkan Layanan Pojok Baca Digital
Kegiatan tersebut di laksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi melalui UPTD Persampahan Wilayah IV. Pembersihan di lakukan pada area trotoar yang sebelumnya di gunakan oleh para pedagang untuk beraktivitas.
Langkah ini bertujuan mengembalikan kondisi trotoar agar kembali bersih dan layak di gunakan masyarakat. Fokus utama pekerjaan di arahkan pada pembersihan sisa lumpur, noda, serta berbagai kotoran yang masih menempel di permukaan trotoar.
Kepala UPTD Persampahan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Sudeni menjelaskan, kegiatan yang di lakukan timnya lebih di fokuskan pada pembersihan bekas aktivitas para pedagang yang meninggalkan berbagai kotoran di area tersebut.
“Saat pembersihan Trotoar Pasar Cikarang, kita hanya membersihkan bekas-bekas kotoran saja. Artinya bekas aktivitas pedagang seperti tanah atau lumpur maupun sisa-sisa sayuran yang menempel di bekas Cat yang berada di badan trotoar,” ujarnya.
Menurut Sudeni, sampah yang di hasilkan dari aktivitas perdagangan sebenarnya sudah lebih dahulu di tangani oleh petugas UPTD Pasar Wilayah IV Cikarang SGC.
Setelah proses tersebut selesai, tim dari DLH melanjutkan pekerjaan dengan membersihkan sisa noda dan kotoran yang masih tertinggal di permukaan trotoar.
BACA JUGA:
Harga Cabai dan Daging Sapi Naik, Inflasi Kabupaten Bekasi Aman
Dalam pelaksanaannya, UPTD Persampahan Wilayah IV melibatkan hampir 30 personel. Jumlah tersebut terdiri atas 25 petugas penyapu atau Pesapon, lima anggota Satgas, serta sejumlah pengawas lapangan yang turut mengawasi jalannya kegiatan.
Proses pembersihan juga di dukung oleh dua unit mobil tangki air. Kendaraan tersebut berasal dari UPTD Persampahan Wilayah IV dan UPTD Persampahan Wilayah V guna mempercepat proses pembersihan di lapangan.
“Untuk pembersihannya, kami menggunakan sapu lidi dan deterjen agar lebih mudah membersihkan lumpur maupun bekas-bekas sayuran yang menempel. Mobil tangki juga dilengkapi alat semprot bertekanan tinggi sehingga proses pembersihan jadi lebih maksimal,” ungkapnya.
Sudeni juga menegaskan bahwa pemeliharaan kebersihan trotoar di kawasan tersebut bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab UPTD Persampahan.
Ia menjelaskan bahwa layanan kebersihan dan pengangkutan sampah yang berada di area pasar saat ini menjadi bagian dari tugas UPTD Pasar.
BACA JUGA:
Pemkab Bekasi Resmi Luncurkan e-Monev KIP 2026
“Sebetulnya tanggung jawab tidak sepenuhnya berada di kami. Jadi tugas pokok UPTD Persampahan adalah menangani kebersihan di jalur provinsi dan sekarang memang untuk layanan pembersihan dan pengangkutan sampah di kawasan pasar saat ini berada di ranah UPTD Pasar,” tambah Sudeni.
Meski demikian, pihaknya tetap mengajak seluruh masyarakat. Terutama para pedagang untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan fungsi trotoar.
Ia berharap, fasilitas umum yang telah dibangun dapat di manfaatkan sesuai peruntukannya dan tidak kembali di pakai sebagai lokasi berjualan.
“Tapi kita tetap mengimbau ke masyarakat atau para pedagang agar tidak lagi berjualan di atas trotoar atau mengotori trotoar yang sudah baik dan bagus,” imbuhnya.
(Jingga Sonjaya)



