TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, menggelar kunjungan kerja maraton di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (18/6/2026). Sang Menteri memimpin langsung peninjauan ke sejumlah titik strategis guna memastikan keberlangsungan program ketahanan pangan keluarga, perlindungan korban kekerasan, pemenuhan gizi pelajar, hingga akses pendidikan anak-anak marjinal.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat dr. Siska Gerfianti menemani secara melekat safari kerja jajaran Kementerian PPPA tersebut. Turut hadir pula Ketua Umum TP-PKK Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri serta Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Evi Silviani beserta segenap pejabat teras pemerintahan daerah.
Baca Juga: SK Bupati Jadi Sorotan, Akademisi Minta DPRD Telusuri Akar Pergantian Dewas RSUD KHZ Musthafa
Rombongan kementerian mengawali safari dengan menyambangi Kebun Pangan Kampung Binaan PKK Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang. Di lokasi ini, Menteri Arifatul berdialog langsung bersama kelompok wanita tani yang aktif mengelola lahan pekarangan menjadi sumber pangan produktif.
“Kami mengapresiasi tinggi kemandirian kaum perempuan di Kampung Binaan PKK Cikalang ini. Mereka secara swadaya menanam rupa-rupa sayuran dan komoditas pangan untuk mencukupi kebutuhan konsumsi harian keluarga. Ini merupakan wujud otentik kemandirian perempuan yang berakar dari skala domestik,” ungkap Arifatul Choiri Fauzi, Kamis (18/6/2026).
Arifatul menegaskan, gerakan produktif perempuan Cikalang ini menyumbang andil besar dan berjalan selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang terus menggenjot sektor ketahanan pangan nasional. Sinergitas dari unit terkecil seperti keluarga akan menopang kekuatan kota hingga ketahanan bangsa secara makro.
Sidak Pelayanan Kasus di UPTD PPA Kawalu, Menteri Tegaskan Pentingnya Validasi Gizi MBG
Dari Kelurahan Cikalang, rombongan bertolak menuju kantor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya di kawasan Kawalu. Di hadapan para relawan dan petugas satgas, Menteri PPPA menuntut penguatan jejaring komunikasi dari tingkat RT/RW guna mendeteksi secara dini sekaligus memangkas angka kekerasan seksual dan fisik yang belakangan ini mengalami tren kenaikan secara nasional.
“Masyarakat tidak boleh bungkam jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Segera laporkan ke UPTD PPA karena lembaga ini menyediakan fasilitas pendampingan hukum serta pemulihan psikologis secara gratis,” tegas Arifah.
Menteri PPPA kemudian melanjutkan perjalanan menuju SDN Hegarsari di Kecamatan Mangkubumi untuk mengawal langsung implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arifah menyaksikan langsung para siswa menyantap menu makan siang, sekaligus menguji standar kebersihan dapur sekolah bersama tim guru. Pihaknya mewajibkan pemerintah daerah mengontrol ketat pasokan bahan baku. Tujuannya agar menu MBG memenuhi kecukupan gizi mikro anak dan bebas dari kontaminasi bakteri.
Safari kerja tersebut berakhir di Sekolah Rakyat (SR) 41 Mangkubumi, sebuah lembaga pendidikan non-formal yang merangkul anak-anak dari keluarga kurang mampu. Arifatul mengaku terharu saat mendengarkan langsung testimoni para siswa marjinal yang kembali merajut mimpi besar setelah sempat putus sekolah.
“Anak-anak ini awalnya merasa kehilangan masa depan. Namun, Sekolah Rakyat berhasil membangkitkan kembali keterampilan dan rasa percaya diri mereka untuk bercita-cita menjadi menteri, wali kota, hingga arkeolog. Kami sangat mendukung model pendidikan inklusif seperti ini karena memberikan hak belajar yang setara bagi semua anak,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan komitmen Pemkot Tasikmalaya untuk mempertebal alokasi anggaran pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.
Ia menilai kehadiran Menteri PPPA menyuntikkan motivasi besar bagi seluruh jajaran aparatur daerah. Hal itu membawa semangat untuk mewujudkan Kota Tasikmalaya yang aman, ramah anak, serta berdaulat secara pangan.
(Seda)



