TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya kembali mencatatkan tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan.
Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ini, berhasil menyelamatkan dua pasien stroke infark (stroke sumbatan). Melalui tindakan trombolisis, terapi medis yang berfungsi melarutkan sumbatan pembuluh darah di otak.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian strategis, karena layanan trombolisis baru mulai di terapkan di RSUD KHZ Musthafa. Bahkan, sistem penanganan stroke akut melalui Code Stroke ini di sebut sebagai yang pertama kali terjadi di wilayah Priangan Timur.
Baca Juga: Eksotisme Muara Cimedang Tasikmalaya Selatan Dilupakan Pemerintah
Direktur RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, dr.Hj. Eli Hendalia, M.H.Kes melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Aa Ahmad Dimyati, Sp.B., SubSp.BVE (K), MM.Kes mengatakan. Tindakan trombolisis berhasil dilakukan terhadap dua pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Kamis (18/6/2026) dini hari.
“Alhamdulillah tim Code Stroke RSUD KHZ Musthafa berhasil melakukan trombolisis terhadap dua pasien. Dan keduanya menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan dalam waktu kurang dari satu jam,” ujarnya.
Penanganan Cepat di Masa Emas Stroke
Menurut dr. Aa, kedua pasien datang dengan gejala khas stroke akut berupa kelumpuhan anggota gerak secara mendadak. Di sertai gangguan bicara, kesigapan keluarga membawa pasien ke rumah sakit menjadi faktor penting.
Sehingga tindakan trombolisis dapat di lakukan saat pasien masih berada dalam golden period (masa emas). Yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.
Ia menjelaskan, trombolisis merupakan terapi menggunakan obat untuk melarutkan bekuan darah penyebab stroke sumbatan. Semakin cepat terapi di berikan, semakin besar peluang jaringan otak dapat di selamatkan sehingga risiko kecacatan permanen dapat di tekan.
“Golden period di bawah 4,5 jam menjadi penentu keberhasilan terapi. Semakin cepat pasien di tangani, peluang pemulihannya jauh lebih baik,” jelasnya.
Code Stroke Jadi Terobosan Pelayanan
Aa menuturkan, keberhasilan tersebut merupakan implementasi penguatan layanan penyakit katastropik. Yang saat ini terus di dorong Kementerian Kesehatan melalui program KJSU-KIA.
Salah satu inovasi yang di terapkan adalah aktivasi Code Stroke, yakni sistem penanganan terpadu. Yang melibatkan dokter spesialis saraf, dokter IGD, perawat, petugas laboratorium, radiologi hingga farmasi dalam satu alur pelayanan cepat.
Melalui sistem tersebut, lanjut dr. Aa, seluruh proses mulai dari pasien tiba di IGD, pemeriksaan CT Scan, penegakan diagnosis. Hingga pemberian obat trombolitik dapat di lakukan dalam waktu sesingkat mungkin.
“Code Stroke adalah kerja tim. Ketika semua unsur bergerak secara cepat dan terkoordinasi, peluang pasien sembuh tanpa kecacatan menjadi jauh lebih besar,” katanya.
Baca Juga: Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya Salurkan Air Bersih dan Sembako
Kenali Gejala Stroke
Stroke hingga kini masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Karena itu, masyarakat di imbau segera membawa pasien ke rumah sakit.
Apabila menemukan gejala seperti wajah mencong, kelemahan salah satu sisi tubuh, bicara pelo atau sulit berbicara, serta gangguan keseimbangan.
Dengan hadirnya layanan trombolisis, sambung dr. Aa, masyarakat Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur. Kini memiliki akses lebih dekat terhadap terapi stroke modern tanpa harus di rujuk ke rumah sakit di luar daerah.
(Farhan K)



