spot_imgspot_img
Rabu 17 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Proyek Fiber Optik di Pusat Kota Banjar Tuai Protes, Warga Khawatir Terjadi Kecelakaan

BANJAR,FOKUSJabar.id: Proyek galian kabel serat optik (fiber optic) di sepanjang Jalan Raya Letjen Suwarto, tepatnya di kawasan Alun-Alun Kota Banjar, Jawa Barat, memicu gelombang protes dari masyarakat setempat, Rabu (17/6/2026). Warga mengeluhkan aktivitas pengedukan tanah tersebut lantaran mengancam keselamatan publik, terutama bagi para pengunjung yang saban hari memadati area pusat kota tersebut.

“Waduh, kondisi galian ini sangat membahayakan keselamatan warga yang beraktivitas di sini,” jelas salah seorang pengunjung alun-alun, Ujang, saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: 38 Tim Berebut Piala Kapolres Banjar, Atmosfer Sport Center Langensari Membara

Warga lainnya bernama Yana menyampaikan, pekerja seharusnya memasang barikade atau rambu peringatan di setiap titik lubang galian agar para pejalan kaki mendeteksi adanya zona bahaya. Namun dalam realitasnya, pelaksana proyek hanya menempatkan satu papan rambu mini di sisi sebelah selatan saja.

“Pihak pengembang seharusnya memasang rambu penanda di seluruh titik galian tanpa terkecuali, bukan hanya formalitas di satu sudut,” ungkap Yana.

Proyek Galian Hancurkan Fasilitas Trotoar, Juru Parkir Mengaku Kehilangan Lahan Pendapatan

Ujang menambahkan, selain menciptakan risiko kecelakaan fisik, aktivitas penggalian tersebut juga merusak fasilitas publik berupa tatanan paving blok trotoar. Atas dasar itu, ia mendesak instansi berwenang segera menegur pihak pelaksana agar memasang alat pengaman ekstra secepatnya.

Jeritan senada juga meluncur dari kalangan juru parkir yang menggantungkan hidup di sekitar Alun-Alun Kota Banjar. Salah seorang juru parkir, Aping, mengeluhkan kehadiran proyek ini. Karena secara otomatis memangkas luas area parkir kendaraan, yang berujung pada penurunan omzet hariannya.

“Aktivitas penggalian ini tidak hanya memicu bahaya bagi pengendara, tetapi juga merampas kapasitas lahan parkir kami. Otomatis ruang untuk menata kendaraan pengunjung jadi sangat berkurang,” ungkap Aping.

Aping membeberkan pihak pengembang maupun dinas terkait sama sekali tidak memberikan surat edaran atau informasi awal mengenai jadwal pelaksanaan proyek infrastruktur ini. Ia mengaku terkejut saat tiba di lokasi kerja dan mendapati jalur pedestrian sudah dalam kondisi terbongkar.

“Kami tidak menerima informasi apa pun sebelumnya. Tahu-tahu saat saya datang merapat ke sini tadi siang, lubang galian sudah menganga. Kami berharap pekerja segera menutup lubang bekas galian memakai papan kayu yang kokoh setelah jam kerja selesai demi meminimalkan risiko kecelakaan,” pungkas Aping.

(Agus Purwadi)

spot_img

Berita Terbaru