BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mempersiapkan implementasi pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) melalui bantuan hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dari total rencana distribusi di 151 kelurahan, saat ini sebanyak 116 titik telah terdata dan siap dari sisi ketersediaan lahan.
BACA JUGA:
Main Judi Bola, Sanksi Berat Menanti ASN Pemkot Bandung
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto mengatakan, sejumlah tahapan persiapan telah di lakukan. Mulai dari koordinasi lintas pemerintahan hingga penyusunan teknis pelaksanaan di lapangan.
“Koordinasi dari Kota Bandung ke provinsi sudah di lakukan. Kemudian kami juga sudah rapat teknis untuk mulai mempersiapkan setidaknya 20 titik dulu untuk yang siap di implementasikan,” kata Darto, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, sambil menunggu pelaksanaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah mengembangkan sedikitnya 20 unit RDF yang di proyeksikan lebih dulu di gunakan di Kota Bandung.
Hingga saat ini, pendataan lokasi terus berjalan dan sudah terkumpul 116 titik dari total target 151 kelurahan.
“Kurang lebih saat ini sudah terdaftar sebanyak 116 titik. Artinya titik-titik itu sudah memiliki kesiapan lahan untuk pelaksanaan nanti,” katanya.
Darto menjelaskan, kesiapan lahan menjadi faktor utama dalam percepatan implementasi program tersebut. Setiap unit RDF membutuhkan lahan minimal 100 meter persegi dan idealnya mencapai 150 meter persegi.
“Tahapan yang paling penting itu menyiapkan lokasi, karena minimal membutuhkan lahan 100 meter persegi, idealnya 150 meter persegi. Memang tidak banyak titik yang memenuhi 150 meter persegi, tapi kalau 100 meter persegi cukup banyak dan sekarang sudah masuk 116 titik tadi,” jelasnya.
Meski begitu, realisasi akhir jumlah unit yang akan di bangun masih menunggu perkembangan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi.
“Rencana pemberian bantuan memang sejumlah itu. Tapi realisasinya nanti mudah-mudahan sesuai jumlah kelurahan yang kita punya,” ucapnya.
BACA JUGA:
Harga Kedelai Meroket, Bagaimana Dengan Produsen Tahu, Tempe Bandung?
Darto mengatakan, hasil pengolahan sampah dari teknologi RDF nantinya tidak lagi berupa cacahan sampah curah, melainkan sudah di olah menjadi bentuk briket.
“Hasilnya berupa briket. Jadi RDF-nya bukan lagi curah seperti plastik cacahan, tapi sudah berbentuk briket,” ujarnya.
Darto menegaskan, teknologi RDF bukan satu-satunya solusi pengelolaan sampah di Kota Bandung.
“Kita tidak mungkin hanya mengandalkan satu solusi. Pengelolaan sampah harus dengan multi solusi. Karena satu teknologi tidak bisa menyelesaikan semuanya,” pungkas Darto.
(Yusuf Mugni)



