spot_imgspot_img
Kamis 4 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

1 Tahun Cecep-Asep Pimpin Tasikmalaya Bukan “Omon-omon”

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Tepat satu tahun sejak di lantik Gubernur Jawa Barat,Dedi Mulyadi pada 4 Juni 2025, kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya (Cecep Nurul Yakin-Asep Sopari Al Ayubi) mulai memasuki fase pembuktian atas berbagai janji politik yang di sampaikan kepada masyarakat.

Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Hidayat Muslim menilai, pemerintahan Cecep-Asep telah menunjukkan kesungguhan dalam mengaktualisasikan visi dan misi pembangunan daerah meskipun harus menghadapi berbagai keterbatasan. Terutama dari sisi kemampuan fiskal dan anggaran daerah.

Menurut Hidayat, satu tahun pertama kepemimpinan merupakan periode penting untuk meletakkan fondasi pembangunan jangka panjang.

Karena itu, hasil yang di capai tidak bisa hanya di ukur dari proyek yang selesai dalam waktu singkat, tetapi juga dari arah kebijakan yang sedang di bangun secara bertahap dan berkelanjutan.

BACA JUGA:

Inilah Catatan Rektor Unitas, Setahun Cecep-Asep Pimpin Pemkab Tasikmalaya

“Pada usia satu tahun pemerintahan ini, kita bisa melihat adanya komitmen yang kuat dari Bupati dan Wakil Bupati untuk merealisasikan janji-janji politik yang dulu di sampaikan kepada masyarakat. Memang tidak semuanya bisa langsung selesai, tetapi proses dan langkah-langkah menuju ke sana sudah berjalan,” kata Hidayat Muslim, Kamis (4/6/2026).

Dia menegaskan, membangun Kabupaten Tasikmalaya tidak bisa di lakukan secara instan. Pemerintah daerah harus menyesuaikan program pembangunan dengan kemampuan keuangan daerah sekaligus menyelaraskannya dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

“Memimpin daerah sebesar Kabupaten Tasikmalaya bukan perkara sulap yang simsalabim bisa selesai dalam semalam. Pembangunan membutuhkan proses, perencanaan yang matang serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dalam sektor pendidikan, Hidayat melihat adanya langkah progresif yang di lakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Salah satu terobosan yang di nilai strategis adalah upaya menghadirkan akses pendidikan tinggi yang lebih dekat bagi masyarakat. Khususnya di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya.

Di mana Pemerintah Daerah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi guna membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda.

Kebijakan tersebut di nilai penting karena selama ini masyarakat di wilayah selatan harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi yang berkualitas.

“Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun SDM. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi akan sangat menentukan masa depan daerah,” katanya.

Perkuat Layanan Kesehatan hingga Pelosok Daerah

Di sektor kesehatan, pemerintah daerah juga terus mendorong pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Salah satu langkah konkret yang mendapat perhatian adalah kerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk perguruan tinggi dan organisasi keagamaan dalam upaya menghadirkan fasilitas kesehatan baru di Kabupaten Tasikmalaya.

BACA JUGA:

Dicky Candra Sidak ESDM Jabar, Bongkar Dugaan Tambang Pasir Ilegal di Tasikmalaya

Menurut Hidayat, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan sejumlah lahan dan dokumen pendukung untuk merealisasikan pembangunan rumah sakit baru yang tersebar di beberapa wilayah strategis.

Rencana pembangunan empat titik rumah sakit daerah menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Khususnya yang berada di wilayah utara dan selatan Kabupaten Tasikmalaya.

“Ini bukan sekadar wacana. Saat ini prosesnya terus berjalan. Pemerintah sedang menyiapkan berbagai kebutuhan agar rencana tersebut dapat di realisasikan secara bertahap,” ujarnya.

Dorong UMKM dan Permodalan Tanpa Bunga

Pada sektor ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga berupaya memperkuat daya tahan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Salah satu program yang mendapat apresiasi adalah upaya membuka akses pembiayaan yang lebih mudah bagi masyarakat melalui skema permodalan yang ringan. Termasuk program pinjaman tanpa bunga bagi kelompok usaha tertentu.

Selain itu, pemerintah terus melakukan pembinaan, pendampingan serta penguatan kelembagaan UMKM agar mampu naik kelas dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Hidayat mengatakan, penguatan ekonomi masyarakat harus menjadi prioritas karena sektor UMKM terbukti menjadi penopang ekonomi daerah saat menghadapi berbagai tantangan.

Infrastruktur Dibangun Bertahap dan Merata

Persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian utama pemerintahan Cecep-Asep. Namun, Hidayat menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada jalan kabupaten semata.

BACA JUGA:

Jelang Setahun Cecep-Asep Pimpin Kabupaten Tasikmalaya, Begini Penilaian DPRD

Pemerintah daerah juga mulai menata berbagai kebutuhan infrastruktur lainnya. Seperti jaringan irigasi pertanian, sarana penunjang ekonomi masyarakat hingga fasilitas pelayanan publik.

Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah di tuntut mampu membagi prioritas pembangunan secara proporsional agar seluruh sektor tetap mendapatkan perhatian.

“Kalau hanya fokus pada satu bidang, sektor lain akan tertinggal. Pemerintah saat ini berusaha memastikan pembangunan berjalan merata sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah,” katanya.

Reformasi Birokrasi Terus Diperkuat

Dalam bidang reformasi birokrasi, Hidayat menilai berbagai langkah yang di lakukan pemerintah daerah telah sejalan dengan kebijakan nasional dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih dan melayani.

Perbaikan sistem pelayanan publik, peningkatan kinerja aparatur serta penguatan digitalisasi layanan menjadi bagian dari upaya membangun birokrasi yang lebih efektif dan efisien.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai catatan dan evaluasi yang harus terus di perbaiki. Namun hal tersebut merupakan bagian dari dinamika pemerintahan yang wajar dalam proses menemukan formulasi terbaik menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih atau good and clean governance.

“Perbedaan pandangan dan kritik terhadap reformasi birokrasi adalah hal yang wajar. Justru itu menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Semua Program Sedang Berjalan

Hidayat menegaskan, seluruh program yang tertuang dalam visi, misi dan RPJMD Kabupaten Tasikmalaya saat ini sedang berjalan sesuai tahapan yang telah di rencanakan.

Karena itu, masyarakat di harapkan dapat melihat pembangunan secara utuh dan objektif. Pemerintah daerah, tidak pernah menjanjikan perubahan instan, melainkan pembangunan yang terukur, realistis dan berkelanjutan.

BACA JUGA:

Setahun Memimpin Tasikmalaya, Cecep-Asep Dinilai Berada di Persimpangan Inovasi dan Akuntabilitas

“Pemerintahan Cecep-Asep tidak omon-omon. Apa yang di janjikan sedang di upayakan dan di laksanakan secara bertahap sesuai kemampuan daerah. Yang terpenting adalah adanya kemauan, keberanian dan komitmen untuk terus bergerak membangun Kabupaten Tasikmalaya,” tegasnya.

Menurut Hidayat, satu tahun pertama kepemimpinan Cecep-Asep menunjukkan bahwa pembangunan Kabupaten Tasikmalaya sedang berada di jalur yang telah di rencanakan.

Tantangan masih besar, namun dengan kolaborasi antara pemerintah, DPRD dan masyarakat berbagai target pembangunan di yakini dapat di wujudkan secara bertahap demi kemajuan Kabupaten Tasikmalaya yang lebih maju, religius dan sejahtera.

(Farhan K)

spot_img

Berita Terbaru