​TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pada 12 Juli 1947 silam, Tasikmalaya menjadi saksi lahirnya Hari Koperasi Indonesia melalui Kongres Koperasi Pertama, kini semangat “dari, oleh, dan untuk rakyat” itu berkobar kembali dari sebuah desa di Kecamatan Mangunreja.
​Melalui sinergi matang lintas kementerian, Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan operasional serentak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Momentum bersejarah ini di kawal langsung oleh Kodim 0612/Tasikmalaya melalui Video Conference (Vicon) bersama Presiden RI, Prabowo Subianto, yang berpusat di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: Mohamad Feriadi Masuk Daftar Indonesia Best 50 CEO Awards 2026
​Di Tasikmalaya, peluncuran di pusatkan di Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Mangunreja, menandai babak baru bangkitnya ekonomi dari pelosok negeri.
​Fasilitas KDKMP Super Lengkap dan Multifungsi
​Pembangunan infrastruktur KDKMP bergerak masif dengan kecepatan penuh. Secara nasional, sebanyak 7.200 unit bangunan fisik koperasi telah rampung 100%. Dari jumlah tersebut, 1.000 unit resmi beroperasi sebagai angkatan pertama (wave 1), termasuk KDKMP Desa Mangunreja.
​Targetnya tidak main-main: 30.000 unit koperasi di targetkan selesai di bangun pada Agustus 2026, tepat saat momentum Hari Kemerdekaan RI ke-81.Â
Untuk wilayah Tasikmalaya sendiri, total ada 302 unit yang di siapkan (15 di Kota Tasikmalaya dan 281 di Kabupaten Tasikmalaya), di mana 61 titik di antaranya sudah berdiri kokoh.
​Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Invan Ibrahim, menegaskan bahwa KDKMP di rancang sebagai ekosistem bisnis desa yang komplet dan siap tempur, bukan sekadar bangunan kosmetik.
​”Fasilitasnya sangat siap, mulai dari gedung utama, gudang penyimpanan barang yang layak, gerai usaha, hingga perlengkapan operasional. Koperasi bisa langsung bertransaksi melayani warga sejak hari pertama,” ujar Letkol Czi M. Invan Ibrahim.
​Menariknya, gedung koperasi ini mengusung konsep multifungsi yang cerdas. Selain untuk urusan bisnis, gedung ini bisa di sewa masyarakat untuk berbagai kegiatan, termasuk resepsi pernikahan, yang akan menjadi sumber pendapatan tambahan (income) bagi koperasi.
Menggerakan Ekonomi Lokal
Ketua Kopdes Merah Putih Desa Mangunreja, Cecep Rahmat Hidayat. Pihaknya telah menyusun blueprint strategi bisnis yang matang untuk menggerakkan ekonomi lokal, antara lain:
​Sinergi Lintas Sektor: Membangun koordinasi kuat dengan kelompok tani dan pebisnis lokal.
Baca Juga: Sempat Dilarikan ke RS Dini Hari, Plh Wali Kota Tasikmalaya Mulai Pulih
​Potong Rantai Pasok: Menjalin kerja sama langsung dengan distributor skala besar agar harga barang pokok jauh lebih murah dan terjangkau bagi warga.
​Meski saat ini anggota aktif baru menyentuh 250 orang, Cecep optimis angka tersebut akan melonjak tajam.
​”Target jangka panjang kami, minimal setengah dari total 10 ribu jiwa penduduk Desa Mangunreja bisa bergabung menjadi anggota koperasi ini. Dengan begitu, asas dari, oleh, dan untuk masyarakat benar-benar hidup di Mangunreja,” pungkas Cecep dengan nada optimis.
(Abdul Latif)Â


