BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkokoh sektor ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui berbagai program strategis, pemerintah berupaya meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal agar lebih adaptif terhadap arus digitalisasi.
Saat ini, fokus utama pemerintah tertuju pada pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Kurniadi, mengungkapkan bahwa sebanyak 151 KKMP telah terbentuk di seluruh wilayah Kota Bandung.
Baca Juga: Pemkot Bandung Mulai Bongkar Bangunan Liar, PKL Diajak Pindah ke Marketplace
“Sesuai arahan Wali Kota Muhammad Farhan, mayoritas koperasi ini bergerak di bidang penyediaan kebutuhan pokok atau sembako untuk menjaga stabilitas pangan masyarakat,” ujar Kurniadi dalam talkshow Radio Sonata, Selasa (12/5/2026).
Inovasi Koperasi dan Ketahanan Pangan
Selain mendistribusikan beras dan minyak goreng, pemerintah juga membekali KKMP dengan program budidaya ikan melalui sistem bioflok. Program kolam plastik ini bertujuan agar unit usaha koperasi lebih produktif dan variatif.
Guna memastikan koperasi baru dapat tumbuh mandiri, Pemkot Bandung meluncurkan inovasi Koperasi Kakak Asuh. Melalui skema ini, koperasi besar akan membimbing KKMP dalam mentransfer pengalaman manajemen dan pengembangan usaha.
Perlindungan PKL dan Promosi Internasional
Fungsional Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM, Muhammad Anwar, menambahkan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak proyek Bandung Rapid Transit (BRT). Petugas melakukan pendampingan intensif agar para pedagang tetap mampu menjaga keberlangsungan usahanya di tengah perubahan infrastruktur kota.
Di sisi lain, Pemkot Bandung terus memperluas ruang promosi melalui UMKM Center dan Kuliner Center di 30 kecamatan. Kesuksesan Bandung Fair 2025 yang menghadirkan peserta dari 14 negara menjadi momentum penting untuk membawa produk lokal ke pasar global. Terdekat, pemerintah akan melibatkan pelaku UMKM dalam ajang Kirab Budaya Jawa Barat di Kiara Artha Park pada Sabtu (17/5/2026).
Transformasi Digital dan Lawan Pinjol Ilegal
Pemkot Bandung saat ini tengah menyiapkan sistem belanja perangkat daerah berbasis daring yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan produk UMKM lokal. Selain itu, pemerintah menggandeng berbagai mitra strategis untuk memperkuat ekosistem digital:
- Digital Marketing: Melaksanakan pelatihan bersama Rumah Perubahan milik Prof. Rhenald Kasali.
- Platform Global: Menjalin kolaborasi dengan TikTok untuk perluasan pasar.
- Teknologi Canggih: Memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) melalui kerja sama dengan Megavision dan Mediawave untuk strategi pemasaran.
Sebagai langkah perlindungan masyarakat, pemerintah secara tegas menjalankan Program Kampung Bebas Rentenir. Satuan tugas khusus terus memberikan edukasi agar warga terhindar dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal serta bahaya judi online. Melalui sinergi ini, Pemkot Bandung optimis mampu menjadikan UMKM dan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi kota.
(Jingga Sonjaya)


