spot_imgspot_img
Kamis 7 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kabel Menjuntai Bikin Resah, Pemkot Bandung Turun Tangan Rapikan Kabel Udara di 41 Titik

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat proses penataan kabel udara yang mengganggu estetika dan membahayakan para pengguna jalan. Terhitung sejak Januari hingga awal Mei 2026, petugas telah merapikan kabel menjuntai di 41 titik yang tersebar di berbagai ruas jalan protokol maupun area pemukiman.

Kepala Bidang Infrastruktur TIK Diskominfo Kota Bandung, Indra Arief Budyana, menjelaskan bahwa pihaknya menjalankan penataan ini secara rutin serta merespons cepat setiap laporan masyarakat maupun kejadian darurat di lapangan.

Baca Juga: Unisba dan Jamkrida Jabar Kolaborasi Program Magang dan Riset Syariah

“Selain agenda rutin, kami menangani banyak kasus insidental seperti kabel yang tertarik truk, dampak pohon tumbang, hingga kabel menjuntai akibat adanya perubahan infrastruktur jalan,” ujar Indra, Kamis (7/5/2026).

Petugas menyisir sejumlah kawasan strategis dan padat aktivitas untuk melakukan perapihan, antara lain Jalan Merdeka, Jalan Aceh, Cihampelas, koridor Soekarno-Hatta, hingga wilayah Gedebage. Penataan ini juga menyasar kawasan pemukiman seperti Cigadung, Sukajadi, dan Mengger.

Prioritas Kabel Melintang di Jalan Raya

Baru-baru ini, petugas menangani kabel yang menjuntai panjang di kawasan Gedebage. Kondisi tersebut terjadi karena tiang penyangga kabel hilang pasca-proyek pelebaran jembatan di lokasi tersebut.

Indra menegaskan bahwa pihaknya memberikan prioritas utama pada penanganan kabel yang melintang rendah di atas jalan raya. Pasalnya, posisi kabel yang kendur sangat rawan tersangkut kendaraan bertinggi besar seperti truk atau bus.

“Kabel yang melintang rendah sangat membahayakan kendaraan tinggi. Kami harus segera bertindak agar tidak terjadi kecelakaan fatal,” ungkapnya.

Kendala Personel dan Target Kabel Bawah Tanah

Meski rutin melakukan penataan, Diskominfo Bandung mengakui masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan jumlah personel di lapangan. Kendala ini terutama terasa saat muncul kejadian darurat pada malam hari yang membutuhkan mobilisasi cepat.

“Kami membutuhkan waktu untuk koordinasi jika ada kejadian pada malam hari karena petugas tidak bersiaga penuh selama 24 jam di lokasi,” tambah Indra.

Ke depan, Pemkot Bandung mengincar solusi permanen dengan mendorong para operator telekomunikasi beralih ke jaringan kabel bawah tanah, khususnya untuk fiber optik. Pemerintah daerah berharap tidak ada lagi kabel yang melintang di atas jalan, minimal pada titik-titik persimpangan utama.

Langkah ini akan semakin kuat dengan rencana penerapan pedoman nasional terkait infrastruktur telekomunikasi guna menciptakan standar yang seragam antara pemerintah pusat dan daerah.

Terakhir, Indra mengajak warga Bandung untuk aktif menjaga keselamatan lingkungan. Laporkan temuan kabel yang menjuntai atau membahayakan melalui layanan darurat 112.

“Kami sangat mengapresiasi laporan warga. Informasi tersebut membantu kami bersama operator untuk segera melakukan tindakan di lapangan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru