spot_imgspot_img
Rabu 29 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Volume Sampah Organik di TPST Gedebage Bandung Melonjak Drastis Berkat Program Gaslah

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengolahan sampah organik di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gedebage, Kota Bandung, mencatatkan kenaikan volume yang sangat signifikan dalam satu bulan terakhir. Kesuksesan ini merupakan buah dari Gerakan Sadar Olah Sampah (Gaslah) yang secara rutin memasok limbah organik dari berbagai wilayah.

Direktur Utama PT Prosignal Karya Lestari, Aldi Ridwansyah, mengungkapkan bahwa pasokan sampah organik berupa sisa sayur dan buah kini mengalir deras setiap pagi. Rata-rata setiap kelurahan mampu menyuplai sekitar 500 kilogram sampah organik per hari.

Baca Juga: Waduh! Sampah Organik Kota Bandung Melonjak

“Grafik tonase Gaslah di seluruh Kota Bandung saat ini menyentuh angka 92 ton. Dalam sebulan terakhir, volume harian melonjak dari kisaran 20–25 ton menjadi 30–35 ton per hari,” jelas Aldi saat memberikan keterangan di Balai Kota Bandung, Rabu (29/4/2026).

Aldi menyebutkan bahwa peningkatan ini terjadi seiring aktifnya partisipasi dari berbagai kecamatan, dengan Kecamatan Kiaracondong sebagai salah satu penyumbang terbesar. Menurutnya, Sampah Olah Dapur (SOD) menjadi material yang paling efisien karena hanya membutuhkan waktu satu hari untuk berubah menjadi bahan baku kompos.

Menariknya, program Gaslah menerapkan sistem timbal balik yang unik. Petugas yang mengirimkan 500 kilogram sampah organik biasanya akan membawa pulang sekitar 300 hingga 600 kilogram kompos matang untuk didistribusikan kembali ke wilayah masing-masing.

Kualitas Sampah ke TPST Gedebage Sangat Baik

Meski demikian, Aldi mengakui bahwa distribusi masih menjadi tantangan bagi wilayah yang letaknya jauh dari Gedebage. Saat ini, baru sekitar 15 kelurahan yang rutin terlibat, termasuk dari wilayah Sukajadi, Cicendo, dan Panyileukan.

“Wilayah di sekitar Gedebage sudah sangat optimal. Namun, kawasan yang lebih jauh kemungkinan masih terkendala masalah transportasi atau mungkin sudah mengolah sampahnya secara mandiri di wilayah mereka,” tambah Aldi.

Kualitas sampah yang masuk ke TPST Gedebage tergolong sangat baik karena warga sudah melakukan pemilahan sejak dari sumbernya. Selain sampah dapur, beberapa wilayah juga mengirimkan daun kering sebagai bahan pendukung proses pengomposan.

Aldi sangat optimis bahwa program ini dapat menjadi solusi nyata bagi masalah sampah di Kota Kembang. Jika seluruh wilayah mengoptimalkan Gaslah, TPST Gedebage berpotensi menambah kapasitas pengolahan hingga 40 ton sampah organik tambahan setiap harinya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru