CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejumlah pedagang minyak goreng curah di Pasar Manis Ciamis mulai merasakan dampak penyaluran bantuan sosial pemerintah. Mereka mengeluhkan sepinya pembeli lantaran masyarakat kini beralih ke minyak goreng bersubsidi.
Nasih, salah satu pedagang di Blok A Pasar Manis, mengungkapkan bahwa omzet penjualannya merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir. Padahal, biasanya ia mampu menghabiskan satu drum minyak goreng curah seberat 180 kilogram hanya dalam waktu empat hari.
Baca Juga: Angin Kencang Terjang Banjarsari Ciamis, Belasan Rumah di Desa Sindangasih Rusak Parah
“Penjualan minyak goreng curah di kios saya menurun drastis dibanding bulan-bulan lalu. Saat ini, stok dalam satu pekan masih melimpah karena sangat sepi pembeli,” ujar Nasih, Rabu (29/4/2026).
Nasih menambahkan, meskipun pasokan dari distributor sangat lancar dan harganya stabil, pedagang tetap sulit meraih untung. Apalagi, mereka harus menghadapi kenaikan harga plastik kemasan yang memaksa adanya penyesuaian harga jual di tingkat pengecer.
Keluhan serupa datang dari pedagang lain, Dadan. Ia menjelaskan bahwa penurunan harga dari distributor sebenarnya tidak terlalu signifikan, sehingga ia masih mematok harga yang sama seperti pekan lalu.
“Harga dari distributor memang masih tetap, tapi karena harga plastik naik, kami terpaksa tidak menurunkan harga jual untuk menjaga keseimbangan modal,” tutur Dadan.
Para pedagang di Pasar Manis Ciamis kini berharap ada keseimbangan pasar agar minat masyarakat terhadap minyak goreng curah kembali meningkat, sehingga roda ekonomi para pedagang pasar tetap berputar.
(Husen Maharaja)


