spot_img
Senin 2 Februari 2026
spot_img

Hati-hati Macet! Proyek BRT Kota Bandung Segera Dimulai

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Perhubungan Kota Bandung menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mengendalikan lalu lintas seiring di mulainya pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT) pada Februari 2026.

Pengerjaan jalur khusus BRT sepanjang 21 kilometer di perkirakan akan berdampak pada kepadatan di sejumlah ruas jalan utama Kota Bandung.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, saat ini pembangunan BRT telah memasuki tahap persiapan pengerjaan fisik. Khususnya untuk jalur on corridor atau jalur khusus BRT.

Baca Juga: Pemkot Bandung Gelar Bazar Murah Utama di 30 Kecamatan

“Pembangunan BRT di Bandung mulai masuk tahap pengerjaan fisik. Terutama untuk jalur khusus yang nanti akan berdampak langsung pada lalu lintas di pusat kota,”kata Rasdian Senin (2/2/2026)

Rasdian menyebut, dari total rencana awal 20 rute BRT, kini tersisa 18 rute yang akan di jalankan.

“Rute BRT itu ada 18 rute, dari sebelumnya 20 rute,” katanya.

Dari 18 rute tersebut, terdapat sekitar 21 kilometer jalur on corridor yang akan di bangun di sejumlah ruas jalan protokol Kota Bandung.

“Dari 18 rute itu ada 21 kilometer jalur khusus atau on corridor. Konsepnya seperti di Jakarta, jadi nanti ada lajur khusus untuk BRT,” jelasnya.

Menurutnya, pengerjaan jalur khusus tersebut, termasuk pembangunan halte dan separator fisik, rencananya mulai berjalan pada Februari ini setelah proses kontrak dari Kementerian Perhubungan selesai.

“Progress on corridor masih menunggu kontrak. Informasinya kontrak akan rampung Februari ini, sehingga pengerjaan halte dan separator bisa langsung berjalan,”ucapnya.

Namun ia mengakui, bahwa pembangunan ini hampir di pastikan akan memicu kepadatan lalu lintas di beberapa titik pusat kota.

“Yang perlu di antisipasi tentu dampak kemacetan. Pembangunan jalur khusus dan halte pasti berpengaruh terhadap arus kendaraan,”ungkapnya.

Beberapa ruas jalan yang akan terdampak pembangunan jalur on corridor di antaranya Jalan Sudirman, Rajawali, Pasir Koja, Otista, Dewi Sartika, Banceuy, Naripan, Ahmad Yani, hingga Jalan Jakarta.

Koordinasi Dengan Kepolisian

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Dinas Perhubungan Kota Bandung akan menempatkan banyak petugas di lapangan serta berkoordinasi dengan kepolisian dalam menerapkan rekayasa lalu lintas.

“Kami akan menyiapkan banyak petugas di titik-titik rawan dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menentukan skema rekayasa lalu lintas yang paling tepat,”ujarnya.

Selain itu, Dishub Kota Bandung juga berencana menggelar Forum Group Discussion (FGD) Forum Lalu Lintas guna membahas langkah antisipasi jangka pendek, menengah, dan panjang.

Baca Juga: Pangalengan Kabupaten Bandung Diterjang Longsor

“Bulan Februari ini kami akan mengadakan FGD Forum Lalu Lintas. Di sana akan di bahas langkah antisipasi secara komprehensif, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang,” jelasnya.

Rasdian menambahkan, ke depan pengaturan lalu lintas juga akan di dukung oleh penerapan Intelligent Traffic System (ITS) berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Lampu lalu lintas berbasis AI sudah di uji coba sejak tahun lalu. Sistem ini bisa otomatis mengatur durasi lampu hijau sesuai panjang antrean kendaraan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru