spot_img
Senin 8 Desember 2025
spot_img

Ratusan Hektare Sawah di Pangandaran Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi, ratusan areal pesawahan milik warga di wilayah Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran terendam banjir setinggi 2 meter.

Banjir yang bersumber dari luapan sungai Citanduy itu sedikitnya merendam sekitar kurang lebih 200 hektare sawah milik warga. Akibatnya, para petani terancam gagal panen.

Aris, seorang petani warga setempat mengatakan, tingginya air yang merendam menyebabkan tanaman padi tidak terlihat sama sekali. Menurut dia, jika debit air tak kunjung surut akan berdampak buruk terhadap tanaman padi.

BACA JUGA: Banjir Kiriman Rendam 115 Rumah di Pangandaran, Air Belum Sepenuhnya Surut

“Kalau air tidak surut, otomatis tanaman padi pasti mati. kondisi ini membuat para petani merugi,” ujar Aris diwawancarai di lokasi banjir Senin, (10/11/2025).

Lebih lanjut Aris menjelaskan, debit air sungai Citanduy yang cukup tinggi meluap ke anak sungai Citanduy. Sementara, tanggul anak sungai tersebut tidak mampu menampung tingginya luapan air. Sehingga mengalir ke ratusan areal pesawahan petani di wilayah tersebut.

Para petani setempat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk menaikan tanggul anak sungai Citanduy. Mengingat kejadian tersebut sering terjadi di wilayahnya.

“Kami berharap kepada pihak pemerintah agar menaikan pembatas sungai (tanggul) supaya sawah kami tidak banjir lagi,” ucapnya.

Sementara itu, banjir juga melanda kawasan Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang. Peristiwa ini terjadi sejak Sabtu malam (8/11/2025) sekitar pukul 21.00 WIB hingga Senin (10/11/2025) air masih belum sepenuhnya surut.

Kepala Desa Pamotan, Andi Suwandi, menjelaskan banjir terjadi akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu yang diperparah oleh fenomena pasang air laut saat musim pancaroba. Kondisi tersebut semakin parah lantaran belum adanya pembangunan tanggul atau penahan abrasi di aliran Sungai Citanduy.

“Air sungai datang cukup deras akibat kiriman dari wilayah utara dan pasangnya air laut. Akibatnya, air meluap hingga ke jalan dan permukiman warga,” ujar Andi. 

(Sajidin) 

spot_img

Berita Terbaru