spot_img
Sabtu 6 Desember 2025
spot_img

Putri Karlina Minta Dokter Gigi Baru Tak Lupakan Pelosok

GARUT,FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menitipkan pesan mendalam kepada 14 peserta Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) Angkatan V Tahun 2025 yang baru saja menjalani Yudisium dan Pelepasan.

Ia meminta para dokter gigi baru tersebut untuk tidak melupakan kebutuhan masyarakat di daerah terpencil, terutama Garut Selatan, yang masih kekurangan tenaga kesehatan.

Kegiatan pelepasan ini berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung Farmasi UOBK RSUD dr. Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Senin (11/10/2025).

Putri Karlina, yang juga Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Garut sekaligus sejawat dokter gigi, menyampaikan apresiasi atas pengabdian para peserta selama enam bulan di Garut.

BACA JUGA: Putri Karlina Sosialisasi Garut Hebat Super App

“Saya mengucapkan selamat kepada teman-teman dokter gigi baru, sudah siap masuk ke dunia pengabdian yang sesungguhnya. Enam bulan kalian ada di sini, di Garut, saya selaku kepala daerah juga sebagai sejawat teman-teman mengucapkan terima kasih,” ucap Putri Karlina.

Tantangan Kekurangan Dokter Gigi di Garut

Wabup menyoroti kondisi kebutuhan tenaga dokter gigi di Garut yang masih jauh dari memadai, terutama di wilayah pelosok. Meskipun jumlah dokter gigi saat ini telah berlipat ganda dibandingkan masa lalu, luasnya wilayah Garut, khususnya Garut Selatan, menjadi tantangan besar.

“Dulu waktu pertama saya hadir di sini dokter gigi cuman 30… sekarang alhamdulilah jumlah kami berlipat, tapi tetap masih kurang karena wilayah kami ini luas sekali. Dan memang saya akui ketertarikan untuk teman-teman berpraktik di Garut Selatan pasti sangat rendah,” paparnya.

Putri mengakui bahwa rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Garut salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya tingkat kesadaran dan akses kesehatan masyarakat. Namun, ia menegaskan optimisme pemerintah daerah untuk terus berjuang meningkatkan IPM.

Profesi Dokter Gigi Sebagai Jalan Pengabdian

Kepada 14 peserta PIDGI yang melakukan yudisium, yang bertugas sejak 22 Mei hingga 22 November 2025 di RSUD dr. Slamet, Puskesmas Tarogong, dan Puskesmas Pembangunan, Putri berpesan agar profesi dokter gigi dijadikan jalan hidup yang setengahnya adalah pengabdian.

Meskipun memiliki peluang kesejahteraan yang tinggi di perkotaan, ia menitipkan agar para dokter gigi baru tidak melupakan masyarakat di daerah terpencil.

“Saya titip teman-teman, Indonesia ini, masyarakat terutama di daerah-daerah terpencil, masih sangat membutuhkan bantuan tenaga kesehatan. Sekali-kali mungkin ketika teman-teman akhirnya memilih untuk berkarir di kota, kalau ada kegiatan bakti sosial jangan lupa sama Garut, apalagi Garut Selatan,” ujar dia.

BACA JUGA: Bupati Garut Ajak Teladani Kesabaran dan Keikhlasan Pejuang

Ia berharap pengalaman yang didapatkan selama di Garut, baik secara akademik maupun sosial, dapat menjadi bekal berharga.

Sementara itu, Direktur UOBK RSUD dr. Slamet Garut, dr. Inge Andriani Heriawan, menyampaikan bahwa yudisium ini adalah awal dari kegiatan profesional yang sesungguhnya.

“Kami percaya pengalaman yang saudara peroleh dari sini dalam melayani masyarakat Garut, dengan segala dinamikanya, tantangannya, telah menempa saudara-saudara semua menjadi dokter gigi yang tidak hanya cakap secara klinis tetapi juga memilki hati yang tulus dalam mengabdi,” ujar dr. Inge.

(Y.A. Supianto) 

spot_img

Berita Terbaru