spot_imgspot_img
Sabtu 16 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kota Bandung Sudah Mulai Terapkan Program Wajib Militer Bagi Siswa Nakal

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Program Wajib Militer kini mulai diberlakukan bagi para siswa SMA dan SMK di Kota Bandung yang terlibat dalam kenakalan remaja. Sebanyak 50 siswa dikirim ke Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) III Siliwangi untuk mengikuti pelatihan disiplin dan pembinaan karakter mulai Senin (5/5/2025).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa program ini berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, Pemerintah Kota Bandung tetap mengambil peran aktif dalam pengawasan dan perlindungan terhadap para siswa yang terlibat.

Baca Juga: 1.600 Ton Sampah Setiap Hari, Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar Siapkan Insinerator dan RDF

“Pagi tadi program sudah diluncurkan. Pesertanya siswa SMA dan SMK asal Kota Bandung. Meskipun kewenangan ada di provinsi, kami tetap bertanggung jawab memastikan bahwa mereka adalah warga kota Bandung. Karena itu kami ikut mengawasi dan melindungi mereka,” ujar Farhan.

Dari data awal, 50 siswa yang dikirim ke barak militer adalah mereka yang tercatat dalam kasus narkoba, tawuran, hingga tindakan kriminal lainnya. Mereka akan mengikuti pelatihan selama dua minggu di Dodik Rindam yang berlokasi di Lembang.

“Pesertanya berasal dari latar belakang pelanggaran berat. Mulai dari penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan lainnya. Program akan berjalan selama dua minggu dan seluruh pembiayaannya ditanggung oleh Pemprov Jabar,” katanya.

Mekanisme Ketat dan Persetujuan Orang Tua

Farhan menjelaskan, pemilihan siswa dilakukan secara ketat berdasarkan data dari Polrestabes Bandung. Setelah itu, nama-nama tersebut diverifikasi oleh pihak pelatihan militer, dan selanjutnya orang tua siswa akan dimintai persetujuan tertulis.

“Semua berdasarkan data kepolisian, diverifikasi di tingkat provinsi, dan tidak sembarangan. Kami hubungi satu per satu orang tuanya, mereka harus menandatangani surat persetujuan sebelum anak dikirim ke lokasi,” jelas Farhan.

Harapan Jadi Teladan Disiplin

Farhan berharap, program ini dapat menjadi model pendidikan karakter bagi siswa bermasalah, serta mencegah tindakan kenakalan remaja sejak dini.

“Kami ingin program ini menjadi pembinaan nyata yang melibatkan kerja sama pemerintah, TNI, dan masyarakat. Harapannya, ini bisa mencetak generasi muda yang lebih disiplin dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru