spot_imgspot_img
Sabtu 16 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Muhammad Farhan Tegaskan Komitmen untuk Tidak Sembarangan dalam Menata PKL Jika Terpilih di Pilkada 2024

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Calon Wali Kota Bandung nomor urut 3, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa dirinya tidak akan asal-asalan dalam menangani penataan pedagang kaki lima (PKL) jika berhasil terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Farhan menyatakan, perlu ada perencanaan yang matang agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan dalam proses tersebut.

“PKL tidak mungkin kita gusur begitu saja. Jika digusur, akan menimbulkan keributan. Karena ini menyangkut mata pencaharian mereka,” ujar Farhan saat berdialog dengan para PKL di kawasan Cicadas, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, pada Kamis (10/10/2024).

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Cihaurgeulis Mangkrak, Farhan: Prioritaskan Kepentingan Pedagang

Menurut Farhan, penataan PKL sangat perlu untuk menjaga ketertiban kota. Namun di sisi lain, pemerintah harus memahami bahwa keberadaan PKL memiliki peran penting dalam perekonomian.

“Saya lebih suka menyebut mereka sebagai pelaku UMKM, bukan PKL. Harus menjadi pemahaman bersama bahwa UMKM memiliki potensi besar sebagai penyelamat ekonomi. Terutama jika terjadi badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal pada 2025. Ketika banyak pabrik yang tutup, para mantan pekerja bisa beralih menjadi pelaku UMKM,” jelasnya.

Farhan mengajak para PKL untuk bekerja sama dan bersikap kooperatif agar tercipta situasi yang saling menguntungkan antara pemerintah dan pedagang.

“Kita harus bekerjasama. Jangan ada perselisihan, karena tidak akan ada manfaatnya bagi kita semua,” tambahnya.

Janji Muhammad Farhan

Jika mendapat kepercayaan menjadi Wali Kota, Farhan berjanji akan memberikan perhatian lebih terhadap PKL. Meski di sisi lain ia juga akan tetap menegakkan peraturan untuk menjaga tata Kota dan ketertiban umum. Salah satu solusi yang diusulkan adalah merelokasi PKL ke lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Jika memang ada penataan ulang, kami akan memastikan bahwa penetapan lokasi baru adalah tempat yang ramai. Jika lokasinya sepi, tentu saja tidak akan ada pembeli,” tegas Farhan.

Farhan juga menekankan tanggung jawab pemerintah tidak berhenti hanya pada relokasi. Melainkan juga harus berusaha menjadikan lokasi baru tersebut menarik agar ramai masyarakat kunjungi.

“Jika tempat tersebut ramai, pedagang akan datang dengan sendirinya. Selama kita tidak bisa menciptakan tempat yang ramai, menata PKL akan menjadi tantangan besar,” ujarnya.

Di sisi lain, Koordinator PKL Cicadas, Herman, berharap pemerintah benar-benar memperhatikan nasib para pedagang saat merelokasi mereka. Ia mengapresiasi langkah Farhan yang berjanji akan lebih berhati-hati dan terencana dalam menangani PKL.

“Ini adalah sumber penghasilan kami, jadi kami berharap ada kebijakan yang benar-benar adil dan bijaksana,” kata Herman.

(Yusuf Mugni/Irfansyahriza)

spot_img

Berita Terbaru