PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sejumlah Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Kabupaten Pangandaran menyatakan kekecewaan terhadap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI setempat. Pasalnya, sejak dilantik pada periode 2021-2024, DPD KNPI Pangandaran dinilai stagnan dan tidak menunjukkan aktivitas yang berarti.
Ketua DPK KNPI Kecamatan Parigi yang baru Tian Kadarisman, mengungkapkan kekecewaannya. Dengan kondisi tersebut pihaknya sangat menyayangkan kondisi KNPI Pangandaran saat ini.
“Seharusnya organisasi kepemudaan sebesar ini bisa lebih aktif dan responsif,” ujarnya, Senin (9/9/2024).
BACA JUGA: Pemotor Tewas Tabrak Bagian Belakang Truk di Pangandaran
Salah satu masalah utama yang disoroti adalah belum terselenggaranya Musyawarah Daerah (MUSDA) KNPI Pangandaran. Padahal, berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPD KNPI Provinsi Jawa Barat Nomor: KEP. 83/KNPI-JB/VII/2021, masa jabatan DPD KNPI Pangandaran telah berakhir pada tahun 2024.
Senada dengan Ketua DPK KNPI Kecamatan Cigugur Tian, M Lutfi Aditiya, ia juga mendesak agar MUSDA segera dilaksanakan.
“MUSDA sangat penting untuk regenerasi kepemimpinan dan menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan pemuda saat ini,” kata dia.
Asep Irvan, Ketua DPK KNPI Kecamatan Cijulang, menambahkan bahwa ketidakaktifan DPD KNPI Pangandaran berdampak pada semangat kepemudaan di daerah.
“Pemuda Pangandaran membutuhkan wadah yang bisa menampung aspirasi dan menyalurkan potensi mereka,” ujarnya.
BACA JUGA: BLKK Tekan Angka Pengangguran di Pangandaran
Para Ketua DPK KNPI ini berharap agar KNPI Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di KNPI Pangandaran. Mereka juga berharap agar KNPI Pangandaran ke depannya dapat menjadi organisasi yang lebih dinamis dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
(Sajidin/Anthika Asmara)


