spot_img
Kamis 25 Juli 2024
spot_img
More

    Indonesia Bersiap Hadapi La Nina, Curah Hujan Tinggi Diprediksi Mulai Juni 2024

    FOKUSJabar.id: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa La Nina akan mulai mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, dengan pergerakan dari timur ke barat mulai Juni hingga Juli 2024.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa El Nino telah usai, dan kini Indonesia akan mengalami La Nina dengan intensitas yang diprediksi ringan. Fenomena ini diperkirakan akan meningkatkan curah hujan di berbagai wilayah di Indonesia.

    BACA JUGA: Perayaan Hari Jadi Ciamis ke-382 Dorong Ekonomi Lokal, Pedagang Kecil Meraup Untung

    “La Nina diprediksi akan membawa peningkatan curah hujan yang signifikan di beberapa wilayah Indonesia,” kata Dwikorita dalam pernyataan resmi di laman BMKG, dilansir, Selasa (25/6/2024).

    Dwikorita menambahkan bahwa perubahan cuaca ini diperkirakan akan dimulai dari wilayah timur Indonesia dan bergerak ke barat. Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan, mengingat peningkatan curah hujan dapat berdampak pada sektor pertanian dan infrastruktur.

    Clare Nullis, juru bicara Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), juga menyampaikan kekhawatirannya. Ia memperingatkan bahwa La Nina akan memicu musim badai yang sangat aktif, sehingga persiapan yang matang diperlukan untuk menghadapi dampaknya.

    “Kami memperkirakan dampak La Nina akan cukup signifikan terhadap cuaca global, termasuk di Indonesia,” ujar Nullis.

    BACA JUGA: Hari Ini, Job Fair Kota Banjar Buka 13.543 Lowongan Pekerjaan untuk Lulusan SD hingga S1

    BMKG memprediksi peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia selama periode La Nina. Berikut prediksi curah hujan tinggi di beberapa wilayah selama beberapa bulan mendatang.

    – Juni 2024

    Sebagian Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

    – Juli 2024

    Sebagian Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

    – Agustus 2024

    Sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Tengah.

    – September 2024

    Sebagian Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Tengah.

    – Oktober 2024

    Sebagian Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.

    – November 2024

    Sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.

    Dwikorita menganjurkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan persiapan menghadapi musim hujan yang lebih intens. “Kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat sangat penting dalam menghadapi kemungkinan bencana akibat La Nina,” tambahnya

    Untuk mengantisipasi dampak dari La Nina, BMKG menyarankan beberapa langkah kesiapsiagaan:

    1. Pengecekan Insfrastruktur

    Pemerintah daerah diharapkan memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik guna mencegah banjir.

    1. Edukasi Petani

    Petani harus diberi penyuluhan mengenai pola tanam yang sesuai dengan kondisi cuaca yang dipengaruhi oleh La Nina.

    1. Koordinasi

    Pentingnya koordinasi antara berbagai lembaga terkait, seperti BNPB, BMKG, dan instansi lainnya, untuk kesiapsiagaan bencana.

    1. Pemantauan

    Meningkatkan pemantauan cuaca dan sistem peringatan dini untuk memberikan informasi yang tepat waktu kepada masyarakat.

    Dengan prediksi ini, BMKG berharap semua pihak dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif dari perubahan cuaca yang akan datang. Kesiapsiagaan dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait sangat penting untuk menghadapi tantangan yang dibawa oleh La Nina.

    (Fauza/Anthika Asmara)

    Berita Terbaru

    spot_img