spot_img
Minggu 3 Juli 2022
spot_img
More

    Lantik FKDM Jabar, Kang Emil Minta Jabar Lebih Kondusif

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melantik ketua dan jajaran pengurusan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jabar periode 2022-2025, di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (22/6/2022).

    Hadir dalam kegiatan tersebut,  jajaran  Forkopimda Jabar, Dirjen Polpum Kemendagri, Ketua Komisi I DPRD Jabar, Kepala Bakesbangpol dan Kepala Perangkat Daerah Jabar.

    Selain itu juga hadir Ketua KPU dan Bawaslu Jabar, Ketua KPI dan KPID Jabar, serta Kasgartap II/Bandung.

    BACA JUGA: Kasus COVID-19 di Kota Bandung Naik 100 Persen

    Secara daring, hadir Kepala Bakesbangpol Kabupaten/Kota se-Jabar, Pengurus FKDM Jabar dan Ketua FKDM Kabupaten/Kota se-Jabar.

    Forum yang kepengurusannya berasal dari lintas instansi dan profesi ini, terbentuk untuk mendeteksi potensi-potensi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) sejak dini di masyarakat.

    Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil meminta  FKDM Jabar menjadi benteng terawal dengan sensitivitas tinggi dalam memetakan potensi membahayakan yang mengancam kondusifitas.

    “Saya titip betul, FKDM Jabar dengan sensitivitasnya menjadi benteng terawal memetakan potensi-potensi yang membahayakan dan merugikan,” kata dia.

    Hidup terang kang Emil, terpengaruhi oleh berbagai dinamika. Pemerintah termasuk FKDM, tidak bisa hidup dengan apa yang terlihat saja.

    Termasuk ucap dia, semua harus waspada akan sisi gelap digital, adanya berita bohong atau hoaks yang merusak ketenangan dan keamanan masyarakat.

    “Maka FKDM ini harus bisa mewujudkan kondusifitas. Tidak ada pembangunan tanpa kondusifitas,” tutur dia.

    Kang Emil menegaskan, FKDM Jabar juga harus memahami politik luar negeri dan memonitor apakah ada sebaran-sebaran yang meresahkan di masyarakat.

    “Tipe menyikapi situasi ada dua, yakni reaktif dengan metode prefentif dan preemtif, namun yang harus didahulukan adalah sensitif,” ucap kang Emil.

    FKDM Jabar
    Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berpoto bersama ketu beserta jajaran pengurus FKDM Provinsi Jawa Barat. (foto istimewa)

    FKDM Harus Sensitif

    Maka tambah dia, FKDM harus menjadi organisasi yang sensitif agar lebih kondusif. Sehingga sejatinya sensitifitas masuk dalam metode kerja FKDM.

    Dengan begitu, lanjut dia, potensi ATHG seperti intoleransi, paham radikalisme, terorisme hingga penyebaran berita bohong bisa tercegah, salah satu upayanya dengan menggunakan metode berbasis teknologi.

    “Ini era digital, maka pakailah metode berbasis teknologi dalam mendeteksi ancaman kewaspadaan karena informasi begitu cepat menyebar di media sosial,” ucapnya.

    Dia menyebutkan, kondisi Jabar yang aman dan nyaman ini, tidak ingin terganggu oleh pihak-pihak yang berniat mau merusaknya.

    “Keindahan dan anugerah Jabar ini jangan sampai rusak oleh pihak yang berniat buruk,” ujarnya.

    Kang Emil menambahkan, sangat menanti aksi nyata FKDM Jabar untuk mewujudkan Jabar yang kondusif.

    Selain keberadaan FKDM masuk hingga tingkat kecamatan, Kang Emil juga menyarankan agar FKDM Jabar yang diketuai Yayat Hidayat, merangkul generasi muda.

    BACA JUGA: Sebanyak 250 Orang Tewas Akibat Gempa di Afghanistan

    “Bentuk saja FKDM versi anak muda atau pelajar. Jadi semua merasa kewaspadaan ini bukan konstitusional, tetapi budaya. Sehingga akhirnya, orang Jabar aktif dalam deteksi,” ujar dia.

    Kang Emil pun mengucapkan selamat mengemban tugas dan amanah bagi Pengurus FKDM Jabar Masa Bhakti periode 2022-2025.

    (Farhan)

    Berita Terbaru

    spot_img