JAKARTA, FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Jawa Barat (Jabar), Herdiat Sunarya usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) di Auditorium Gedung F, Jalan Harsono RM Nomor 3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026) kemarin.
Rakornas tersebut di ikuti kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia serta jajaran pejabat kementerian dan pemangku kepentingan di sektor pertanian.
BACA JUGA:
Peringatan HPN Sejumlah Tokoh Nasional Dipastikan Hadir di Ciamis
Agenda utama kegiatan tersebut adalah memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Kementerian Pertanian mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp12 triliun yang di fokuskan untuk sektor pertanian nasional.
Dana tersebut rencananya akan di salurkan dalam bentuk bantuan tanaman perkebunan, pengembangan sistem irigasi hingga percepatan cetak sawah baru.
Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan luas tanam secara signifikan dalam tiga tahun ke depan.
Fokus utama program itu mencakup hibah tanaman dan penguatan infrastruktur pengairan di berbagai daerah lumbung pangan.
“Kami target tahun 2025, 2026, 2027 yang pertama adalah ada bantuan Bapak Presiden langsung. Nilainya dana hibah Rp9,95 triliun dalam bentuk tanaman dan pupuk organik di berikan secara gratis,” katanya.
Andi menuturkan, program bantuan bibit dan pupuk gratis tersebut menyasar pengembangan lahan seluas 870.000 hektar dengan fokus pada komoditas tebu, kopi, kakao, mente, pala dan kelapa.
Selain bantuan bibit, pemerintah mengalokasikan dana lebih dari Rp 3 triliun untuk sektor irigasi. Termasuk pompanisasi dan pembangunan jaringan pengairan.
BACA JUGA:
Tanggul Sungai Saladah Jebol, Ratusan Hektare Sawah di Tiga Desa Ciamis Terancam Kekeringan
” Pihak pemerintah juga akan mengalokasikan dana Rp 3 Triliun lebih untuk program itu,” ucapnya.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya berkomitmen mendukung program-program strategis di bidang pertanian.
Dia menegaskan, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Ciamis. Sehingga di perlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kami berharap ada sinkronisasi kebijakan yang semakin baik. Terutama dalam hal peningkatan produksi, distribusi serta kesejahteraan petani,” ungkapnya.
(Husen Maharaja)



