spot_imgspot_img
Minggu 5 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Macan Tutul ‘Rasi’ Dijodohkan Dengan Raja Hutan Penghuni Ciremai

KUNINGAN,FOKUSJabar.id:  Macan Tutul Jawa bernama Rasi yang didatangkan dari PPS Cikananga Sukabumi, Jawa Barat dijodohkan dengan Macan Tutul penghuni Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) bernama Slamet Ramadhan.

Kepala BTNGC Teguh Setiawan mengatakan, tempat berlangsungnya interaksi dua satwa top predator di Gunung Ciremai ini berbahan besi, dengan luas tempat ukuran sebagai fasilitas itu memiliki panjang sekitar 10 meter dan lebar sekitar 7,5 meter.

Teguh Setiawan mengatakan, kedatangan Rasi dengan perjalanan panjang dari PPS Cikananga sepertinya tidak membuat Rasi  stress dengan menunjukkan tingkah laku yang agresif, namun terlihat tenang.

Kemarin Selasa (1//2/2022), tim bergerak menuju kandang habituasi dengan dikawal Kasat Polisi Kehutanan TNGC, Oman Dede Permana dan tim Macan Tutul Balai TNGC.

BACA JUGA: Imlek Di Kuningan Warga Tinghoa Gelar Ritual Nyala Lilin

“Berangkat jam 7 pagi, dam sampai ke kandang habituasi pukul 10.00 WIB, dan kondisi cuaca cukup hangat, jadi bisa memberikan kenyamanan bagi Rasi berpindah tempat,” katanya.

Teguh menuturkan, persiapan menyambut Rasi dimulai pada bulan November 2021 lalu. Yakni dengan berkoordinasi bersama LPPN Universitas Kuningan, Peduli Karnivora Jawa dan Sintas Indonesia.

Rasi ditemukan di perbatasan hutan dengan pemukiman dengan usia perkiraan 3-6 bulan dan sekarang Rasi telah berusia 2,6 tahun tahun dengan berat 50 kg. Selain untuk bersanding dengan Slamet Ramadhan, Rasi ditujukan untuk memancing Slamet Ramadhan untuk membuka GPS Colar yang telah dipasang pada saat dilepasliarkan.

macan tutul
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (Balai TNGC) bersama PPS Cikananga dan Kebun Binatang Gembiraloka menyambut kedatangan Si Cantik Rasi, Macan Tutul Betina yang dinobatkan menjadi Ratu Penguasa Rimba hutan TNGC. (Foto: BALAI TNGC KUNINGAN)

Sementara itu, Koordinator spesies Macan Tutul, Robi Gumilang menyebutkan kandang habituasi sendiri terbuat dari rangka baja yang disusun dan disesuaikan untuk keamanan dan keselamatan Macan Tutul Jawa, dengan luas permukaan totalnya adalah 66 m2, tinggi 4-6 meter dari permukaan tanah dengan volume totalnyat adalah 204 m3.

“Kandang itu dilengkapi total tujuh pintu untuk dapat dioperasikan sebagai pintu jebakan, pintu keluar, dan pintu pemberian pakan,” kata dia.

Sedangkan untuk pemasangan CCTV, Manager Kebun Binatang Gembira Loka, Vanda, menyebutkan pemasangan CCTV sudah didesain aman untuk memantau aktivitas Rasi.

“CCTV yang akan dipasang berjumlah tiga, yang satu di kandang pemberian makan dan yang duanya berada diatas kandang habituasi, CCTV yang dipakai aman dari hujan dan jangkauan Rasi,” kata dia.

Macan tutul betina, Rasi bersiap menunggu Slamet Ramadhan di kandang habituasi, pada ketinggian 915 meter dpl, Taman Nasional Gunung Ciremai, Senin 31 Januari 2022.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung  Ciremai  (Balai TNGC), Teguh Setiawan mengatakan kedatangan Rasi yang memiliki nama latin Panthera pardus mela pada pukul 04.30 WIB disambut baik oleh Balai TNGC, Pusat Penangkaran Satwa (PPS) Cikananga dan Kebun Binatang Gembiraloka.

“Alhamdulillah perjalanan panjang dari PPS Cikananga sepertinya tidak membuat Rasi stress dengan menunjukkan tingkah laku yang agresif, namun terlihat tenang,” kata dia.

Dikatakan Teguh, sekitar pukul 07.00 WIB, tim bergerak menuju kandang habituasi dengan dikawal Kasat Polisi Kehutanan TNGC, Oman Dede Permana dan tim Macan Tutul Balai TNGC.

“Berangkat jam 7 pagi, dam sampai ke kandang habituasi pukul 10.00 WIB, dan kondisi cuaca cukup hangat, jadi bisa memberikan kenyamanan bagi Rasi berpindah tempat,” katanya.

Teguh menuturkan persiapan menyambut Rasi dimulai pada bulan November 2021 lalu. Yakni dengan berkoordinasi bersama LPPN Universitas Kuningan, Peduli Karnivora Jawa dan Sintas Indonesia.

Kemudian pada tanggal 7 Desember 2021 telah dilakukan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah yang dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan dan Muspika terkait khususnya yang berbatasan dengan Blok Bintangot.

Rasi diserahkan oleh masyarakat Kampung Bunisari, Desa Cikondang, Kec Cisompet, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat kepada BBKSDA Jawa Barat dan kemudian langsung direhabilitasi di PPS Cikananga pada tanggal 2 Juli 2019.

BACA JUGA: Bupati Garut Imbau Masyarakat Taat Prokes Covid-19

Rasi ditemukan di perbatasan hutan dengan pemukiman dengan usia perkiraan 3-6 bulan dan sekarang Rasi telah berusia 2,6 tahun tahun dengan berat 50 kg. Selain untuk bersanding dengan Slamet Ramadhan, Rasi ditujukan untuk memancing Slamet Ramadhan untuk membuka GPS Colar yang telah dipasang pada saat dilepasliarkan.

Sementara itu, Koordinator spesies Macan Tutul, Robi Gumilang menyebutkan kandang habituasi sendiri terbuat dari rangka baja yang disusun dan disesuaikan untuk keamanan dan keselamatan Macan Tutul  Jawa, dengan luas permukaan totalnya adalah 66 m2, tinggi 4-6 meter dari permukaan tanah dengan volume totalnyat adalah 204 m3.

“Kandang itu dilengkapi total tujuh pintu untuk dapat dioperasikan sebagai pintu jebakan, pintu keluar, dan pintu pemberian pakan,” kata dia.

Sedangkan untuk pemasangan CCTV, Manager Kebun Binatang Gembira Loka, Vanda, menyebutkan pemasangan CCTV sudah didesain aman untuk memantau aktivitas Rasi.

“CCTV yang akan dipasang berjumlah tiga, yang satu di kandang pemberian makan dan yang duanya berada diatas kandang habituasi, CCTV yang dipakai aman dari hujan dan jangkauan Rasi,” kata dia.

(Andini/Anthika Asmara)

spot_img

Berita Terbaru