spot_img
Sabtu 16 Oktober 2021
spot_img
spot_img

Bank bjb Salurkan KUR kepada Petani Milenial Lebah Madu

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: bank bjb bekerjasama dengan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat me-launching Petani Milenial komoditas lebah madu di Kampung Pramuka di Pasirjeungjing, Lengkongjaya, Cigalontang, Tasikmalaya, Selasa (21/9/2021).

Hal itu sekaligus sebagai penanda digulirkannya salah satu program Petani Milenial Dishut Jabar.

bank bjb pun menjalin kerja sama dengan CV Fattah Ferina yang berperan sebagai offtaker budidaya lebah madu. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak.

Penandatanganan PKS juga dilakukan antara Kepala Dinas Kehutanan dengan CV Fattah Ferina.

Dalam kesempatan tersebut, bank bjb juga menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis kepada perwakilan peserta Petani Milenial Komoditas Lebah Madu.

BACA JUGA: bank bjb Raih 4 Penghargaan di Ajang IHCA VII-2021

Dalam program Petani Milenial yang digagas Pemprov Jabar, bank bjb berperan sebagai pelaksana penunjang program yang membantu akses permodalan bagi para peserta dalam bentuk KUR.

Adapun tahapan yang harus dilalui para peserta Petani Milenial, yakni evaliasi kelayakan usaha terhadap proposal rintisan usaha tani, pendampingan proses akad kredit dan bimbingan pengelolaan pemanfaatan modal usaha juga pertanggungjawabannya.

Pindiv Kredit UMKM bank bjb Denny Mulyadi mengatakan bahwa bank bjb memberikan bentuk dukungan yang tidak terbatas pada akses permodalan. Lebih dari itu bjb memberikan pendampingan produksi hingga menjamin ketersediaan pasar melalui para off-taker.

Seperti kerja sama yang dijalin bjb dengan CV Fattah Ferina untuk akses pasar, pendampingan dan ketetapan harga hasil panen. Jadi bukan hanya modal.

“Untuk itu, bank bjb hadir untuk mendukung petani milenial terus berkembang ke level yang lebih tinggi,” kata Denny.

Selain akses permodalan untuk petani milenial, bank bjb juga menjalankan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (Pesat) bagi pelaku UMKM.

Program ini memberikan pendampingan intens kepada nasabah UMKM agar berkembang. Kemudian ada program pensiun bagi petani atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

“Ini penting untuk dipahami para petani milenial agar masa tua mereka terjamin dan sejahtera,” kata dia.

Sementara itu, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, keterlibatan bank bjb dalam program Petani Milenial adalah wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dalam kaitan COVID-19, kata Widi, hal ini sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tengah digalakkan pemerintah.

“bank bjb akan mendukung segala upaya akselerasi ekonomi melalui kemudahan akses layanan perbankan,” kata Widi.

Dukungan modal usaha hingga pedampingan dan ketersediaan pasar diharapkan bisa membantu keberlangsungan bisnis para pelaku UMKM di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Jawa Barat,” kata dia.

Di sisi lain, Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) menyampaikan bahwa dukungan berbagai pihak bagi program Petani Milenial akan sangat membantu pemerataan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Sehingga, masyarakat desa tidak perlu merantau kerja ke kota untuk mendapatkan penghasilan yang mumpuni.

“Konsep petani milenial harus didukung semua pihak. Kita tidak mau lagi melihat ketimpangan ekonomi bahwa jika menginginkan rezeki harus hijrah ke kota, kita buktikan bersama-sama di era COVID ini bahwa tinggal di desa bisa mendapatkan rezeki kota,” kata Emil.

Semua dinas di klaster pangan harus bersama-sama dengan bank bjb selaku BPD terbaik dan nomor satu di Indonesia, menambah kuantitas dan jumlah penyerapan petani milenial di Jawa Barat.

(LIN)

Artikel Lainnya

spot_img