spot_img
Jumat 30 Juli 2021
spot_img
spot_img

3 Sifat yang Dibenci Rasulullah SAW

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Umat Muslim di dunia tentu tidak menyadari ada beberapa sifat yang dibenci Rasulullah SAW dalam diri kita yang mana sifat itu bisa mencelakai dan menghapus amalan kita.

Maka dari itu mari kita teladani sifat Rasulullah. Kelak, sifat mulia itu bisa menjadi bekal untuk umat manusia di akhirat nanti.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan, sungguh yang paling aku benci di antara kalian dan paling jauh duduknya denganku pada hari kiamat adalah al-tsatsaruun dan al-mutasyaddiquun serta al-mutafaihiquun.”

Dari hadits ini, Nabi SAW mengingatkan umatnya mengenai tiga hal yang sangat dibencinya karena termasuk perilaku buruk.

BACA JUGA: 12 Sifat Egois dan 6 Cara Menguranginya

Berikut ini Tiga sifat yang dibenci Rasulullah :

1.Al-mutasyaddiquun ( Orang yang Suka Berbicara Berlebihan )

Rasulullah juga membenci orang-orang yang gaya bicaranya berlebihan tidak sesuai fakta, pandai bertutur kata untuk mendapat pujian. Rasulullah juga membenci orang yang hatinya kotor. Jika hati kotor, maka lisannya pun akan kotor.

  1. Al-tsartsaruun ( Orang yang Suka Membual )

Rasulullah membenci orang-orang yang suka membual atau berdusta. Rasulullah juga membenci orang yang pandai bersilat lidah dan orang suka bicara seenaknya tanpa menjaga adab.

Rasulullah bersabda, “FAL YAQUL KHOIRON AU LI YASHMUT (Hendaklah ia berkata baik atau diam)” (HR Bukhari & Muslim)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” (Surat Al-Ahzab Ayat 70-71).

3. Al-mutafaihiquun ( orang yang Angkuh )

Rasulullah membenci orang yang angkuh atau sombong. Kesombongan pertama adalah ketika iblis menolak sujud kepada Nabi Adam AS, lalu ia pun dikeluarkan dari surga (QS [5]:29-35). 

Fir’aun yang mengaku Tuhan (QS [79]:23-25,[28]:38), akhirnya ditenggelamkan di Laut Merah. Qarun yang pongah karena harta kekayaannya (QS [28]:76-82), dilenyapkan ke perut bumi. Raja Namrudz yang menyetarakan diri dengan Allah SWT, justru dimatikan seekor nyamuk.

“Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata: Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,’ dia berkata, ‘Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.’ Ibrahim berkata, ‘Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat’ Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.” (Al-Baqarah: 258)

(Nendy/Berbagai sumber)

Artikel Lainnya

spot_img