spot_img
Rabu 9 Juni 2021
spot_img
spot_img

Soal Kinerja Jokowi, Ridho Slank: Saya Tidak Puas!

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ridho Hafiedz, gitaris dari band Slank menyatakan dirinya tidak puas dengan kinerja pemerintah Joko Widodo (Jokowi) khususnya dalam memperhatikan nasib musisi.

Ridho menyebut, pemerintah harusnya menyediakan protokol kesehatan yang pasti agar musisi bisa kembali tampil di panggung off air.

“Enggak puas, kalo gue kritik nanti dibilang kampret lagi, tapi gue bodo amat lah ya. Gue sebagai orang biasa kalo gue rasa itu bagus ya gue apresiasi. Kalau enggak ya gue kritik. Gue (pikir) hal yang wajar, jadi gua milih Jokowi gue enggak cinta mati. Ya gue pilih aja,” kata Ridho Slank.

Hal itu disampaikan Ridho dalam channel YouTube Ari Lasso TV pada Selasa (18/5/2021). Saat itu, Ari Lasso bertanya tentang pandangan Ridho Slank terhadap kinerja Presiden Jokowi yang menjadi pilihan politiknya.

BACA JUGA: Enam Helai Rambut Kurt Cobain Dilelang, Laku Rp200 Juta

Ridho mngatakan, Dia beberapa kali menyampaikan kritik terhadap pemerintah salah satunya terkait perizinan ekspor benih lobster. Namun, hal tersebut tidak diunggah ke media sosial.

“Jadi gini loh Ri [Ari Lasso]. Orang pikir Slank enggak pernah kritik (Jokowi). Permasalahannya gini. Gue kenal lo, gue punya nomer lo. Kalau gue mau kritik ya buat apa kritik di medsos? Ya gue ngomong langsung, dan itu yang gue lakukan (juga ke Jokowi),” lanjut Ridho, seperti dilansir CNN.

Ridho juga mengaku tidak puas karena hingga saat ini pemerintah belum memiliki solusi kepada musisi agar bisa kembali tampil off air.

“Sebenarnya gue sempat ngomong dan omongan gue isinya komplain kepada pemerintah. Sekarang semua bidang usaha kerja, sebut saja deh, polisi, perusahaan besar juga kerja walau WFH (kerja dari rumah) tetap saja mereka kerja. Hanya kami saja musisi yang enggak ada protokol untuk event off air,” kata dia.

Ridho Slank menegaskan meski ia memilih Jokowi namun hal tersebut tidak berarti bahwa ruang kritik untuk pemerintah tidak pernah ada. Lebih lanjut Ridho menjelaskan bahwa pandangan politik bersifat personal dan akan berubah.

“Jadi ini bukan suara Slank kebetulan kami berlima barengan. Jadi gua enggak setuju ini [yang dibawa-bawa] namanya Slank karena politik urusan person.”

“Misalnya gue di Slank terus tiba-tiba pilihan gue bukan dia terus Slank bilang ayo gue enggak mau karena gue nggak pilih dia. Jadi buat gua ini kebetulan barengan tapi kalau suatu hari beda ya enggak masalah karena setiap orang punya selera masing-masing,” pungkas Ridho slank.

(Agung)

 

 

 

Artikel Lainnya

spot_img