spot_img
Rabu 9 Juni 2021
spot_img
spot_img

Nadiem Ngotot Buka Sekolah karena Khawatir Kesehatan Mental Murid

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim inginkan pembelajaran tatap muka di sekolah dilakukan meski pandemi Covid-19 belum usai.

Nadiem mengatakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat ini tak berjalan optimal. Dia menyebut PJJ juga menjadi beban mental para murid selama ini.

“Sudah jelas bahwa sudah terlalu lama saat ini proses PJJ terjadi dan kita tidak bisa menunggu lagi dan mengorbankan pembelajaran dan kesehatan mental murid-murid kita,” kata Nadiem, Rabu (5/5/2021).

Dia menyatakan, selama ini banyak murid yang mengalami stres karena harus belajar daring. ia menyebut anak-anak terbebani secara mental karena kondisi belajar mengajar tidak dinamis, tanpa bertemu teman, dan kebosanan selalu di dalam rumah.

BACA JUGA: Ini Rincian Pengecualian Larangan Mudik 2021

Ia juga khawatir anak-anak tertinggal dalam pembelajaran. Dia menilai hal itu bisa membahayakan perkembangan generasi masa depan.

“Pemerintah mengambil sikap bahwa bagi, alhamdulillah, guru-guru sudah jadi prioritas vaksinasi. Saat guru-guru tersebut sudah melalui vaksinasi, sekolah diwajibkan membuka opsi tatap muka,” kata dia.

Nadiem berkata pembelajaran tatap muka digelar dengan protokol kesehatan ketat. Ruang kelas hanya diisi 50 persen kapasitas siswa. Guru dan murid wajib mengenakan masker selama di sekolah.

Pembukaan sekolah, kata dia, juga bukan paksaan. Pemerintah tak memaksa orang tua untuk mengirim anaknya ke sekolah saat pandemi masih berlangsung.

“Keputusan apakah anak itu pergi atau melanjutkan PJJ ada di orang tua, tetapi sekolah diwajibkan melaksanakan tatap muka terbatas, memberikan opsi tatap muka terbatas kepada semua muridnya,” ujar Nadiem.

Pemerintah telah memperbolehkan sekolah tatap muka sejak awal tahun 2021. Namun, kebijakan itu menuai kritik dari sejumlah kalangan.

 

(Agung)

 

 

Artikel Lainnya

spot_img