spot_img
Minggu 18 April 2021
spot_img
spot_img

24 Mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut KKN-PPM di Desa Tenjonagara

GARUT,FOKUSJabar.id: 24 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yasa Anggana Garut Jawa Barat (Jabar) yang terbagi menjadi dua kelompok, kini tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tematik edisi Corona Virus Disease (Covid-19) di Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja.

Ketua KKN-PPM Kelompok 1 STIE Yasa Anggana Garut, Heri Herlambang mengatakan, program tersebut wajib karena mampu mendorong empati mahasiswa dan dapat memberikan sumbangan bagi penyelesaian persoalan yang ada di masyarakat.

“Kegiatan KKN-PPM menjadi bentuk nyata kontribusi STIE Yasa Anggana bagi masyarakat, industri, Pemerintah Daerah (Pemda) dan kelompok masyarakat yang ingin mandiri secara ekonomi maupun sosial,” kata Ketua Kelompok 1 STIE Yasa Anggana Garut, Rabu (3/3/2021).

BACA JUGA: 35 ODGJ Asal Garut Dirujuk ke RSJMM Kota Bogor

Menurut Heri, sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya (survey identifikasi potensi desa), ada banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikunjungi. Di antaranya, Kopi Arya, tengkulak bawang dan sayuran, pengrajin kayu (gagang golok, kored dan doran cangkul) serta pengrajin anyaman Tolombong.

yasa anggana garut fokusjabar.id
Hasil kerajinan pelaku UMKM di Desa Tenjonagara

Pihaknya optimistis berbagai produk yang dihasilkan para pelaku UMKM mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Terlebih Tenjonagara sebagai salah satu desa yang saat ini tengah berbenah sebagai desa wisata di Kabupaten Garut.

Mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut ini berharap, kehadiran produk-produk lokal mampu menjadi magnet bagi pengunjung lokal maupun internasional untuk melakukan kunjungan ke Desa Tenjonagara. Syaratnya, para pelaku UMKM harus memperhatikan standar mutu, kualitas dan pengemasannya.

“Kunjungan lapangan ini untuk membantu pelaku UMKM yang mengalami kendala agar mampu bersaing,” kata Ketua KKN-PPM Kelompok 1 STIE Yasa Anggana Garut. 

Heri mengatakan, beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Di antaranya, pemasaran produk, pencatatan keuangan sederhana dan pentingnya perizinan usaha pada pelaku UMKM di Desa Tenjonagara.

yasa anggana garut fokusjabar.id
Kerajinan anyaman bambu khas pelaku UMKM Desa Tenjonagara

Senada disampaikan mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut lainnya, Fahmi Purnama R, Fuzi Fauziah dan Ucu Mulyana. Mereka menyampaikan berbagai kendala yang dialami para pelaku UMKM di Desa Tenjonagara. Yakni, keterbatasan wilayah pemasaran dan kurangnya promosi dalam pemasaran produk.

“Tentu Kami dalam kegiatan KKN-PPM akan memberikan informasi dan pendampingan terkait permasalahan yang tengah dihadapi para pelaku UMKM di Desa Tenjonagara sehingga dapat menguatkan peran mereka di era new normal,” singkat mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut. 

(Andian/Bambang)

Artikel Lainnya

spot_img