spot_img
Sabtu 17 April 2021
spot_img
spot_img

Jalur KA Pangandaran Kembali Diaktifkan Kota Banjar tak Mau jadi Penonton

BANJAR,FOKUSJabar.id: Pemerintahan Provinsi Jabar rencanakan aktifkan kembali jalur kereta api (KA) Pangandaran. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri Paripurna Hari Jadi Kota Banjar yang ke-18 Tahun 2021 di kantor DPRD Kota Banjar. Minggu (21/2/2020).

Menurutnya, Pemerintahan Jabar menginginkan Pangandaran menjadi pusat wisata internasional. Maka dari itu pihaknya merencanakan sediakan sarana prasarana untuk peng-aktifan kembali jalur kereta yang sudah lama tidak digunakan tersebut.

“Sarana prasarana disediakan untuk pembangunan kembali rel kereta api jalur Banjar-Pangandaran, sekalipum biayanya mahal, hampir 15 milyard per kilo meter kali 80 kilo meter berarti hampir 1 triliun untuk pembangunan tersebut,” kata dia.

Uu mengatakan, meski pembangunan tersebut mahal tapi apalah artinya uang jika efek dominonya untuk mensejahterakan masyarakat dan masyarakat lebih makmur lagi.

BACA JUGA: KA Pangandaran Buka Peluang Ekonomi bagi Kota Banjar

“Sekarang sedang dilaksanakan lobi-lobi dan yang lainnya artinya sudah ada progres yah dari tahun ke tahun karena ingin disaat kepemimpinan kami ini berjalan sehingga kereta dari Banjar ke Pangandaran Aktif kembali seperti hal nya tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.

Menanggapi aktifkannya kembali jalur KA Pangandaran, Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana mengatakan, pihaknya akan merespon baik re-aktif jalur kereta yang sudah lama tidak difungsikan tersebut. Namun, dirinya berharap hal ini bisa memiliki dampak politis dan ekonomis bagi Kota Banjar sendiri.

“Jangan sampai seperti kemarin launchingnya KA (Kereta Api) pangandaran di station Banjar, Akan lebih bangga kami ketika launchingnya KA Banjar Patroman tetapi karena itu sudah keputusannya Ka pangandaran ya sudah,” katanya.

Nana berharap, jika hal ini terlaksana station jalur kereta api Banjar Pangandaran ini di ada dua jadi dipisahkan station khsusu dengan station yang sudah ada saat ini agar penumpang yang turun dari kereta bisa menikmati dulu suasana Kota Banjar dan supaya Banjar tidak terkesan jadi penonton.

“Saya berharap stationnya ada dua supaya orang turun dari ketera keluar dulu dari station menuju ke station berikutnya jadi banjar tidak jadi penonton, yang mau makan mungkin bisa makan dulu yang pengen ngopi bisa ngopi dulu yang pengen belanja bisa belanja dulu,” kata dia

Jika Station kereta apinya masih satu maka penumpang yang turun dari kereta akan naik langsung ke KA Pangandaran-Banjar tersebut dan hal itu nilai politis dan  ekonomisnya bagi Banjar hanya jadi penonton saja

“Jadi kami berharap untuk pengaktifaan kembali jalur kereta Banjar Pangandaran stationnya bisa dipisah, ya kita mending sebagai Pemerintah menyediakan lahan untuk station khusus sehinga nanti bisa berdampak ekonomisnya bagi Banjar,” kata dia.

(Budiana Martin/Anthika Asmara)

 

Artikel Lainnya

spot_img