spot_img
Sabtu 1 Mei 2021
spot_img
spot_img

10 Manfaat dan 6 Jenis Terung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Terung atau Terong (Solanum melongena) adalah tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya dari India dan Sri Lanka.

Terung adalah terna yang sering ditanam secara tahunan dan tumbuh 40–150 cm (16-57 inci) tingginya. Daunnya besar, dengan lobus yang kasar. Ukurannya 10–20 cm (4-8 inci) panjangnya dan 5–10 cm (2-4 inci) lebarnya.

Jenis-jenis setengah liar lebih besar dan tumbuh hingga setinggi 225 cm (7 kaki), dengan daun yang melebihi 30 cm (12 inci) dan 15 cm (6 inci) panjangnya. Batangnya biasanya berduri. Warna bunganya antara putih hingga ungu, dengan Mahkota yang memiliki lima lobus.

terung fokusjabar.id
Terung (foto web)

Benang sarinya berwarna kuning. Buah tepung berisi, dengan diameter yang kurang dari 3 cm untuk yang liar, dan lebih besar lagi untuk jenis yang ditanam.

BACA JUGA: Rahasia Penting Buah Apel untuk Kesehatan

Cara menanam tanaman ini adalah disemai, setelah tumbuh 4 daun sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu). Panen dimulai pada 70-80 hari setelah semai selanjutnya setiap 5 hari.

Dari segi Botani, buah yang dikelaskan sebagai Beri memiliki banyak biji yang kecil dan lembut. Biji itu dapat dimakan tetapi rasanya pahit karena mengandung nikotin, sejenis alkaloid yang banyak dikandung tembakau.

Terong tumbuhan pangan yang ditanam untuk buahnya. Asal usul budidayanya berada di bagian selatan dan timur Asia sejak zaman prasejarah. Tetapi baru dikenal di dunia Barat tidak lebih awal dari sekitar tahun 1500.

Buahnya mempunyai berbagai warna, terutama ungu, hijau, dan putih. Karena merupakan anggota Solanaceae, buah terong pernah dianggap beracun, sebagaimana buah beberapa varietas leunca dan kentang.

Manfaat:

  1. Menyehatkan Jantung

Kandungannya yang penuh serat, vitamin B1, B3, B6, C, K, dan fitonutrinen, membuat sayuran ini dapat menurunkan masalah kardiovaskular.

  1. Melawan Kanker

Polifenol di dalamnya dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga dapat mencegah perkembangan tumor dan menghentikan penyebaran sel kanker. Senyawa lain seperti anthocyanin dan asam klorogenat dalam terong juga mengandung antioksidan dan efek anti peradangan pada tubuh.

Selain itu, asam klorogenat juga dapat mempromosikan produksi enzim pembersih di dalam sel-sel tubuh, yang dapat membuat sel kanker mati dan menangkal banyak penyakit virus.

  1. Menurunkan Kolestrol Jahat

Memanggang Terong pada 400 derajat selsius, dapat menurunkan jumlah kolesterol jahat dalam tubuh Anda. Namun jika digoreng, maka tidak akan memberi manfaat karena menyerap lemak dari minyak goreng.

  1. Meningkatkan Fungsi Otak

Fitonutrien dalam terong telah dikenal dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan memberikan manfaat kesehatan mental secara keseluruhan.

  1. Darah

Vitamin K dan bioflavanoidnya yang tinggi, dapat mencegah pembekuan darah dan memperkuat pembuluh darah, jika mengonsumsi  secara rutin.

  1. Memperlancar Pencernaan

Karena terong hanya mengandung sedikit lemak dan kolesterol, sayuran berserat ini dapat membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat. Seratnya, memungkinkan tubuh dapat secara mudah memproses makanan dan mendukung penyerapan nutrisi.

  1. Membantu Penderita Anemia

Mereka yang menderita anemia akibat kekurangan zat besi, dapat melawan gejalanya dengan memasukkan dalam makanannya. Karena, daging terong memiliki banyak mineral penting termasuk zat besi dan tembaga yang membantu meningkatkan kesehatan sel-sel darah merah.

  1. Mengintrol Diabetes

Seratnya yang tinggi dan rendahnya karbohidrat yang larut, membuat Terong sangat ideal untuk dimasukkan dalam makanan jika Anda ingin mengontrol glukosa darah dan insulin dalam tubuh.

  1. Kehamilan yang Sehat

Asam folat sangat penting jika Anda sedang hamil, karena zat ini melindungi bayi dari kecacatan selama dalam kandungan dan melindungi perkembangan otaknya.

  1. Kesehatan Tulang

Terong mengandung sejumlah besar tembaga, vitamin K, dan fenol yang membantu mencegah osteoporosis, meningkatkan kepadatan mineral tulang, meningkatkan kekuatan tulang, serta kesehatannya secara menyeluruh. Namun jangan konsumsi secara berlebihan. 

Jenisnya:

  • Gboma

Gboma merupakan salah satu terong yang dibudidayakan sebagai sayuran tradisional Afrika. Teroug ini berasal dari wilayah tropis Afrika Tengah dan sekitar Sungai Kongo. Selain buahnya, daunnya pun sering digunakan dalam sup.

terung fokusjabar.id
(foto web)

Daunnya digunakan sebagai obat infeksi tenggorokan dengan cara dipanaskan, kemudian dikunyah. Sedangkan bunga dan buahnya dikunyah untuk membersihkan gigi. Akarnya juga direbus dan diminum untuk menyingkirkan cacing tambang.

  • Terung Putih Jepang

Jenis terong unik satu ini berasal dari Jepang, berwarna putih dengan bentuk silindris memanjang. Selain kulitnya, dagingnya pun berwarna putih dengan biji kecil seperti terung pada umumnya. Ukurannya sekitar 10-20 cm, sesuai dengan varietasnya. 

terung fokusjabar.id
(foto web)

Meski secara botani termasuk buah, tapi ditanam dan dimasak sebagai sayuran. Biasanya berbuah pada pertengahan sampai akhir musim panas.

  • Terung Thailand

Terong Thailand ini berbentuk bulat dengan diameter sekitar 2-3 cm. Warnanya hijau cerah di sekitar batang buah dan memudar menjadi putih. Dapat dipanen sepanjang tahun dan rasanya pahit. 

terung fokusjabar.id
Terung Thailand (foto web)

Jenis ini merupakan  yang paling banyak dikonsumsi di Thailand. Rasanya pahit, demikian pula dengan bijinya sehingga harus dibuang bijinya sebelum dimasak dan memiliki beberapa warna, tapi kebanyakan berwarna hijau dengan garis putih atau kuning.

  • Terung pokak atau rimbang

Terong pokak, terong pipit, rimbang, atau takokak merupakan salah satu jenis terung yang memiliki nama ilmiah Solanum torvum. Tumbuh setinggi 1-4 meter dengan batangnya yang berduri. Meski kadang dianggap sebagai gulma dan tanaman liar, namun dapat dimanfaatkan sebagai makanan dan obat-obatan.

terung fokusjabar.id
(foto web)

Di Indonesia sendiri, dijadikan campuran tumis atau sambal. Meski rasanya agak pahit namun cukup populer di daerah Asia, terutama Indonesia dan Thailand.

  • Hijau

Hampir sama seperti terong ungu, memiliki panjang sekitar 8-10 inci. Dapat dipanen setelah berusia sekitar 100 hari atau tiga bulan. 

terung fokusjabar.id
(foto web)

Beberapa daerah di Indonesia lebih sering menggunakan untuk dimasak atau sebagai pengganti terung ungu. Rasanya sedikit manis dan tanpa rasa pahit. 

  • Jingga

Terong ini juga disebut terung Turki, tanaman asli Afrika yang diyakini lebih terkait dengan terung liar daripada terung ungu. Secara botani diklasifikasikan sebagai Solanum aethiopicum. Wah, unik ya!

Berdiameter sekitar 7 cm dan berbentuk bulat. Saat masih muda, warna kulitnya hijau dan akan berubah menjadi jingga ketika matang. Rasanya manis dan empuk saat masih muda, berubah menjadi pahit saat matang. Sehingga pemanenan dilakukan saat masih muda, biasanya berbuah pada pertengahan sampai akhir musim panas.

terung fokusjabar.id
(foto web)

Di wilayah Minas Gerais, Brazil, tanaman ini menjadi makanan tradisional yang biasa diolah bersama kentang. Selain itu juga diolah dengan cara digoreng sampai dijadikan asinan. Bahkan, juga populer digunakan dalam membuat kari atau semur.

(Bambang Fouristian/berbagai sumber)

Artikel Lainnya

spot_img