spot_img
Sabtu 17 April 2021
spot_img
spot_img

5 Desa di Majalengka Terendam Banjir Akibat Intensitas Hujan yang Tinggi

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Majelengka pada hari Minggu (7/2/2021). Sebabkan Lima Desa yang tersebar di Tiga Kecamatan terendam banjir.

Banjir diduga berasal dari luapan sungai Ciduwet Majalengka yang tak mampu menahan debit air akibat intensitas hujan yang sangat tinggi.

Hal tersebut disampaikan, Budi Budiman Wahyu, Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Jawa Barat.

“Banjir itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan Sungai Ciduwet, Situ Cijangga meluap” katanya dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Budi Mengatakan, beberapa pemukiman warga terendam. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut.

Baca Juga: Banjir Bandang, 35 Rumah di Banjarwangi Garut Terendam

“Tidak ada korban jiwa, dan belum ada warga yang mengungsi untuk sementara ini” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Fokusjabar.id, berikut lima desa yang terendam banjir akibat luapan Sungai Ciduwet :

– Desa Mekar Jaya terendam banjir 60 sentimeter.

– Desa Sukamulya terendam banjir 15 sentimeter.

– Desa Bantarjati Kecamatan Kertajati terendam banjir 30 sentimeter.

– Desa Kertajati Kecamatan Linglung terendam banjir 20 sentimeter.

– Desa Biawak Kecamatan Jati Tujuh terendam banjir 30 sentimeter.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Majalengka telah melakukan koordinasi dengan aparatur Desa dan Kecamatan yang terdampak banjir guna menanggulangi bencana tersebut.

Selain itu, BPBD juga mengirimkan relawannya untuk tetap bersiaga di lokasi yang terdampak banjir. Selain di Majalengka, banjir juga sampai ke Indramayu.

Abdul Fatah, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Indramayu mengatakan, pihaknya mulai melakukan pendataan daerah terendam banjir akibat luapan sungai tersebut.

“Masih dilakukan pendataan perihal daerah mana saja yang terendam banjir, untuk saat ini aliran air banjir baru sampai Indramayu” ucapnya seperti dilansir Antara, Senin (8/2/2021).

Fatah mengatakan, debit air yang tinggi di beberapa sungai di Kabupaten Indramayu tersebut disebabkan Curah hujan yang tinggi.

“Hujan yang terjadi di hulu lumayan agak lama, hal itu lah yang menyebabkan daerah hilir (Indramayu) terdendam banjir kiriman” katanya.

Fatah menambahkan banyak warga yang terpaksa mengungsi akibat pemukimannya terendam banjir. Pasalnya, banjir yang merendam wilayah Indramayu mencapai 30 sentimeter sampai dua meter lebih.

“Yang parah itu Di desa Karangtumaritis ketinggian air mencapai dua meter lebih, sampai saat ini tim kami masih bersiaga dan melakukan evakuasi” tutup Fatah.

(Fauza/Erwin)

Artikel Lainnya

spot_img