Sabtu 17 Oktober 2020

Penginjak Batu di Situs Ciungwanara Dilaporkan ke Kemendikbud

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis menindaklanjuti penginjak batu lambang peribatan yang berada di Situs Ciungwanara Bojong Galuh, Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jabar. Pihak dewan pun berkirim surat kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia melalui Dirjen Dikti karena pelaku merupakan dosen.

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Nanang Permana mengatakan, pihaknya mengakju prihatin dengan viralnya foto pengunjung yang menginjak batu lambang peribatan di situs Ciangwanara. Pihaknya akan melayangkan surat kepada pimpinan dimana pelaku sebagai dosen bekerja dan mengaku sebagai peneliti saat berkunjung ke lokasi situs Ciaungwanara.

“Setidaknya institusi dimana dia bekerja sebagai dosen mengambil tindakan administratif kepada pelaku,” kata Nanang, Sabtu (17/10/2020).

Tindakan yang diambil pihaknya, lanjut Nanang, dilakukan sebagai upaya memberikan efek jera kepada pelaku penginjak batu lambang peribatan di situs Ciungwanara tersebut.

BACA JUGA: Komunitas Ciamis Galang Dana dan Sosialisasi Prokes

“Surat yang kami layangkan ke Kemendikbud melalui Dirjen Dikti untuk memberikan efek jera kepada pelaku agar tidak berbuat seperti itu lagi. Juga agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” kata dia.

Nanang mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi terhadap proses yang sedang dilakukan pihak kepolisian. Seperti diketahui, kejadian di situs Ciungwanara tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Untuk yuridis hukumnya telah dilaporkan Dewan Kebudayaan Ciamis (DKC) ke kepolisian,” kata Nanang.

FOKUSJabar.id Ciamis
Batu Lambang Peribatan di Situs Ciungwanara (FOTO: Husen).

Galuh yang sejak dahulu merupakan kerajaan dan mencintai perdamaian, Nanang mengimbau seluruh masyarakat Ciamis untuk tenang dan menyerahkan permasalahan kepada aparat hukum.

“Dari jaman kerajaan Galuh berdiri, rakyatnya tenang, tidak senang dengan pertengkaran dan  mencintai perdamaian. Sehingga dengan adanya permasalahan ini, harus disikapi dengan tenang,” kata dia.

(Husen Maharaja/Ageng)

Artikel Lainnya

Mahasiswa Unsil Tasikmalaya Minta Cabut UU Omnibus Law

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan Mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) bersama buruh dan...

Percepat Pelayanan, Pemda Ciamis Siagakan Armada Damkar di 3 Kecamatan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Untuk mempercepat pelayanan terhadap masyarakat jika terjadi kebakaran, Pemkab Ciamis, Jabar, menempatkan kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) di lima eks Kewadanan atau di tiga...

Berlibur ke Pangandaran, Perhatikan 7 Hal Penting Ini

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dalam mengisi waktu liburan, tentunya tempat wisata selalu menjadi pilihan utama bagi mereka yang sibuk beraktivitas.  Selera tujuan tempat wisata bermacam-macam. Salah satu tempat...

Beras Bantuan PKH di Tasikmalaya Bau dan Berkutu

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa dan Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, keluhkan kualitas beras bantuan yang dikirim...

Samsung Galaxy Tab A7 Dirilis, Ini Spesifikasi dan Harganya

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Samsung resmi meluncurkan tablet terbaru bernama Galaxy Tab A7 yang diklaim cukup bertenaga untuk kebutuhan multitasking, mulai belajar, bekerja, sampai menonton konten video...

5 Fakta Mandrake, Tanaman Beracun yang Seram Mirip Manusia

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tumbuhan Mandrake belakangan tengah raimai dibicaran karena bentuk tanaman ini yang terlihat mirip tubuh manusia yang menyeramkan. Melansi IDN, Mandrake tumbuh layaknya manusia karena...

Bank bjb Raih Penghargaan Top GRC 2020

BANDUNG,FOKUSJabar.id: bank bjb dinobatkan sebagai peraih penghargaan Top Governance, Risk & Compliance (GRC) dalam ajang Top GRC Award 2020 & GRC Summit 2020 yang...