Sabtu 24 Oktober 2020

ODGJ di Kota Cimahi Meningkat saat Pandemi Covid-19

CIMAHI,FOKUSJabar.id: Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Benky Octavianus menyebutkan, temuan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) berat selama pandemi Covid-19 cukup tinggi. Namun menurutnya, rata-rata sudah mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Tercatat hingga semester I tahun 2020, ada 542 orang ODGJ berat yang ditangani Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Jumlah tersebut mencapai 69,9 persen dari total target SPM tahun ini yang mencapai 775 temuan ODGJ.

“Capaiannya sudah 69,9 persen ODGJ yang bisa kita layani. Termasuk saat pandemi Covid-19 kita tetap lakukan pelayanan,” katanya, Rabu (14/10/2020).

Menurut Bengky, meski saat ini masih pandemic Corona Virus Disease (Covid-19), namun pelayanan terhadap pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Cimahi tetap dilakukan secara optimal.

Berdasarkan data ODGJ berat tahun ini terdata dari 13 Puskesmas di Kota Cimahi. Yakni dari Puskesmas Citeureup 33 orang, Puskesmas Pasirkaliki 20 orang, Puskesmas Cimahi Utara 59 orang, Puskesmas Cipageran 62 orang.

BACA JUGA: Kota Cimahi Terapkan Mini Lockdown

Kemudian dari Puskesmas Cimahi Tengah ada 44 orang, Puskesmas Padasuka ada 59 orang, Puskesmas Cibeureum 42 orang, Puskesmas Cigugur 52 orang, Puskesmas Cimahi Selatan 30 orang, Puskesmas Leuwigajah 35 orang, Puskesmas Cibeber 35 orang, Puskesmas Melong Asih 50 orang dan Puskesmas Melong Tengah ada 28 orang.

“Namun yang terdata tahun ini bisa saja merupakan pasien tahun lalu yang mengalami gangguan serupa,” kata dia. 

Benky kembali menyebut, berdasarkan hasil assesment, faktor ratusan warga Kota Cimahi yang mengalami ODGJ dikarenakan sejumlah faktor. Di antaranya faktor genetik (keturunan), faktor ekonomi, faktor lingkungan, pemakaian obat-obatan.

“Tapi paling banyak karena ketidaktahuan masyarakat. Misal, seseorang masuk fase depresi gara-gara dibawa ke orang pintar ternyata memang punya masalah kejiwaan,” kata Benky.

Tapi meski ada ratusan ODGJ berat, namun di Kota Cimahi tidak ada sampai yang dipasung. Kebanyakan mereka menjalani rawat jalan. “Rawat jalan itu tetap dipantau berobat rutin. Kalau sudah parah, dirawat inap,” kata dia.

Untuk penanganan kesehatan jiwa secara keseluruhan di Kota Cimahi, lanjut Benky, ada sejumlah program yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Di antaranya peningkatan kompetensi dini kesehatan jiwa dan napza oleh kader kesehatan dan masyarakat terlatih.

Kemudian ada peningkatan kompetensi dokter umum dan perawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam pelayanan kesehatan jiwa. Ada juga pemenuhan dan pemanfaatan obat-obatan jiwa di 13 Puskesmas dan beberapa program lainnya.

Dikatakannya, Puskemas di Kota Cimahi sendiri siap melayani pasien yang mengalami gangguan jiwa atau ODGJ. Sebab ada dokter yang sudah dilatih untuk menangani kesehatan jiwa. Namun jika memerlukan tindakan lebih lanjut, pihaknya harus memberikan rujukan ke Rumah Sakit Jiwa.

“ODGJ ini bukan hanya sekedar ditemukan, tapi harus diobati dan harus diberikan pelayanan kesehatan,” katanya. 

(Asep/Anthika Asmara)

 

Artikel Lainnya

NPCI Ciamis Bertekad Lahirkan Atlet Internasional

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kepengurusan National Paralympic Committe Of Indonesia (NPCI) Ciamis...

Polres Ciamis Selidiki Penyebab Ambruknya Atap Lantai Dua IGD RSUD

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polres Ciamis masih melakukan penyelidikan terkait ambruknya atap lantai dua ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis. Waka Polres...

Wisatawan ke Kota Bandung Bakal Meningkat Pada Cuti Bersama Nanti

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari menargetkan, menjelang cuti bersama pada 28-30 Oktober 2020 mendatang kunjungan hotel bisa...

Agum Gumelar Minta UPI Siapkan Ini Di Usia ke-66

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UPI Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Agum Gumelar, M.Sc., mengajak civitas akademika UPI untuk ikut serta merajut persatuan Indonesia...

Ditengah Pandemi, Pembudidaya Ikan Hias Guppy Jadi Milyader

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pembudidaya ikan hias Guppy banjir orderan di tengah merosotnya sektor ekonomi berbagai bidang lainnya akibat pendemi Covid-19. Salah satunya pembudidaya ikan hias asal kota...

Wali kota Banjar Izinkan PTM Kembali Dibuka, Ini Syaratnya

BANJAR,FOKUSJabar.id: Pemerintahan Kota (Pemkot) Banjar akan mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai kembali, dengan syarat sekolah berada di wilayah  berstatus zona hijau, Rabu, (21/10/2020). Wali...

Sosialisasi Covid-19 di Pilkada Jadi Tantangan Pemkab Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sosialisasi Covid-19Covid-19 pada tahapan Pilkada Pangandaran 2020 yang belum maksimal menjadi tantangan tersendiri. Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pangandaran Dani Ramdan mengatakan bahwa semua tahapan Pilkada...