Sabtu 24 Oktober 2020

Buntut Aksi UU Cipta Kerja, Mahasiswa Minta Polisi Hentikan Tindakan Respresifitas

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Buntut dari aksi penolakan UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Indonesia (FMI) meminta agar polisi menghentikan tindakan respresifitas dan menuntut agar digelar sidang etik kepada oknum aparat.

“Hentikan represifitas, lakukan sidang kode etik kepada aparat yang terlibat,” kata Juru Bicara FMI Hari saat melakukan aksi dihalaman Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, Jabar Senin (12/10/2020).

Bukan hanya itu dalam aksi tersebut mahasiswa juga kembali meminta agar pemerintah untuk membatalkan Omnibus Law dan UU Cipta Kerja. Selain itu, mahasiswa juga mendesak agar Presiden untuk menerbitkan Perpu.

uu Cipta kerja
Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Mapolrestabes Bandung Meminta Gelar Sidang Kode Etik Bagi Oknun Polisi Yang Represip di Kapolrestabes Bandung Jalan Merdeka Kota Bandung Jabar. (FOKUSJabar/Yusuf Mugni)

“Harapannya kita komitmen dari awal bahwa Bandunng sampai sekarang terus turun ke jalan mencabut Omnibus law maka dari itu presiden harus mengeluarkan Perpu,” katanya.

Sementara itu salah seorang mahasiswa Unisba Rei mengatakan, kami meminta Kapolrestabes Bandung untuk minta maaf dan bertanggung jawab atas tindakan represifitas yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian ketika demo tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja pada   6-8 Oktober 2020 lalu.

BACA JUGA: Dihadapan Mahasiswa Wali Kota Banjar Tolak UU Cipta Kerja

“Kami menuntut Kapolrestabes untuk hadir dan meminta maaf dan bertanggung jawab atas tindakan represifitas pemukulan, penangkapan dan pengrusakan fasilitas kampus, pemukulan satpam yang dilakukan oleh aparat kepolisian,”kata Rei.

Hingga pukul 15.32 WIB massa aksi masih terus berorasi dan meminta Kapolrestabes untuk menemui massa aksi. Selain itu massa aksi juga melakukan aksi bakar ban di Jalan Merdeka Kota Bandung.

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

Artikel Lainnya

Disdagin Kota Bandung Usulkan Relaksasi Salon Kecantikan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jabar belum mengizinkan salon...

Polsek Pataruman Ungkap Pejual Miras Berkedok Warung Jamu

BANJAR,FOKUSJabar.id: Polsek Pataruman Kota Banjar ciduk pengedar minuman keras (Miras) berkedok warung Jamu di dilingkungan Babakansari, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jabar. Minggu...

Pilkada Pangandaran Masuki Tahap Pembuatan “Susu”

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pilkada Pangandaran memasuki tahap pencetakan surat suara (Susu), pencetakan akan dimulia setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyetujui contoh Susu yang telah diajukan.. "Kita akan...

Bank bjb Jalin Kesepakatan Kredit Produktif dengan KADIN Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bank bjb menjalin kesepakatan penyaluran kredit produktif dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jabar. Kesepakatan terwujud melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama di The Trans...

Sampaikan Pidato Kehormatan, 4 Guru Besar UPI Masuki Masa Pensiun

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melepas empat guru besar yang memasuki masa pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS) melalui acara 'Pidato Kehormatan Guru...

Sejak Pandemi Covid-19 Sekretaris IDI Ciamis Tidur 3 Jam

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejak Pandemi Covid-19 mengganas di China lalu menyebar ke hampir seluruh negara dengan banyak memakan korban, petugas medis berdiri diantara ancaman itu. Mereka...

Cegah Pelecehan, PS5 Bisa Rekam Suara

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sony merilis update firmware versi 8.0 untuk PlayStation 4 yang memungkinan penggunanya menerima pesan dari Sony bahwa obrolan suara mereka direkam untuk tujuan...