spot_imgspot_img
Kamis 7 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

D164G Mutasi Covid 10 Kali Lebih Ganas

TASIMALAYA,FOKUSJabar.id: Tim Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya menangkap kekhawatiran masyarakat Tasikmalaya atas berita temuan mutasi Sars-Cov-2 atau virus corona baru (D164G) di Bandung.

Mutasi virus yang dikabarkan memiliki tingkat penularan 10 kali lipat itu mendorong dinas kesehatan melakukan pencermatan atas kemungkinan terjadinya penyebaran virus varian baru mutasi Sars-Cov-2 di masyarakat.

“Meskipun belum ditemukan kasus yang benar-benar konkret terinfeksi D164G ini, pemerintah tetap waspada dan menekankan seluruh elemen masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi ini,” kata Ketua Satgas Covid-19 DKPP Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi, Rabu (9/9/2020).

Menurut dia, setiap virus selalu mengalami mutasi gen, strainnya berubah-ubah seperti virus flu atau influenza. Meski para calon jemaah haji atau umrah telah divaksin flu, namun  tidak jarang jamaah yang menderita flu ketika sudah berada di Saudi Arabia.

BACA JUGA: Covid-19, Pemkab Ciamis-PT Pos Indonesia Berikan Pelayanan Prima

Hal itu terjadi karena mutasi gen yang menyesuaikan dengan keadaan setempat yang berbeda kelembaban dan suhu atau cuacanya.

Untuk diketahui, penemuan D164G oleh para peneliti dalam rangka pengembangan vaksin Covid-19. Termasuk yang ditemukan oleh para peneliti di Surabaya, yaitu mutasi tipe Q677H. Sebuah strain virus corona SARS-CoV-2 yang berbeda dari tipe D614G.

Menanggapi kemungkinan D164G, Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Heru Suharto mengatakan bahwa sejauh ini belum ada laporan kasus D164G.

Kendati begitu, pihaknya menekankan agar masyarakat tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti tetap memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan menggunakan sabun.

“Imbauan, edukasi serta pemberdayaan masyarakat harus terus dikuatkan dengan penegakan aturan dalam rangka pengendalian penularan virus corona,” kata dia. 

(Farhan/Olin)

spot_img

Berita Terbaru