Sabtu 26 September 2020

Presiden Saksikan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Perdana

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac, China, secara resmi dimulai di Indonesia dengan dintandai penyuntikan perdana relawan uji klinis vaksin Covid-19, di Fakultas Kedokteran Unpad Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020).

Presiden RI Joko Widodo Widodo menyempatkan diri untuk melihat persiapan fasilitas produksi vaksin COVID-19 serta melihat uji usap dan penyuntikan perdana kepada 20.

Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Bandung dalam kegiatan menyaksikan uji klinis vaksin Covid-19 didampingi jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, antara lain Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN sekaligus Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN), Erick Thohir, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kepala Badan POM, Penny K Lukito, Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Presiden Joko Widodo beserta rombongan diterima oleh Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir beserta jajaran Board of Executives Bio Farma.

Erick Thohir mengatakan semua yang hadir bersyukur karena saat ini Indonesia memasuki tahapan penting dalam usaha untuk mengatasi pandemi Covid-19.

“Kita bangga dengan kemampuan perusahaan BUMN, Bio Farma yang bekerja sama dengan lembaga Sinovac asal China karena sudah memasuki uji klinis tahap ketiga. Tidak banyak negara atau lembaga penelitian yang sudah mencapai uji klinis hingga tahap ini,” kata Erick Thohir.

Menteri Erick Thohir mengucapkan terima kasih kepada para relawan, tim laboratorium Bio Farma dan Sinovac, serta Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang bisa mewujudkan tahapan krusial ini.

“Kini kita tunggu enam bulan ke depan. Mohon dukungan dan doa atas vaksin yang saya pastikan halal ini. Insya Allah, jika uji klinis fase 3 ini berjalan lancar, kita siapkan registrasi ke Badan POM, kemudian diproduksi masal dan bisa digunakan mengatasi virus Coivd-19 ini,” kata dia.

Sementara itu, Honesti Basyir dalam sambutannya mengatakan dunia saat ini sedang membutuhkan vaksin Covid-19, dari ratusan lembaga penelitian yang mengembangkan vaksin Covid-19, tidak banyak lembaga penelitian yang sudah sampai pada tahapan uji klinis fase tiga, salah satunya adalah Sinovac dari China.

“Diperlukan uji klinis tahap tiga sebelum vaksin Covid-19 ini bisa diproduksi, Uji klinis merupakan tahapan yang perlu dilalui untuk semua produk farmasi termasuk obat-obatan dan vaksin,” kata dia.

Demikian juga dengan uji klinis vaksin Covid-19, yang sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali, mulai dari uji pre-klinis, uji klinis tahap satu hingga uji klinis tahap dua di China dan hasilnya sudah diketahui oleh Badan POM RI, kata Honesti.

Bio Farma dengan Sinovac, memiliki kesamaan platform antara vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac, dengan kemampuan Bio Farma dalam memproduksinya yaitu inactivated vaccine.

Selain kesamaan platform, alasan pemilihan Sinovac adalah karena mereka memiliki pengalaman dalam hal pengembangan vaksin dalam kondisi pandemi, seperti pembuatan vaksin SARS.

Perusahaan Sinovac juga sudah mempunyai produk yang memenuhi Pre-qualifikasi WHO. Hal lainnya adalah ada kerja sama yang dilakukan bersama Bio Farma dalam hal produksi vaksin lain.

BACA JUGA: Hari Ini (11/8), Jokowi Tinjau Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Kota Bandung

Dalam uji klinis vaksin Covid-19 ase tiga tersebut, Bio Farma akan bekerja sama dengan Tim Peneliti Uji Klinis fase tiga Fakultas Kedokteran Unpad Bandung selama enam bulan ke depan.

Apabila uji klinis fase tiga berjalan lancar, berikutnya adalah regristrasi ke Badan POM.

“Indonesia melalui Bio Farma, sudah mempersiapkan fasilitas produksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas maksimal 100 juta dosis dan pada akhir Desember 2020, akan ada tambahan kapasitas produksi sebanyak 150 juta dosis,” kata Honesti.

“Mudah-mudahan kapasitas yang kami miliki ini dapat membantu pemerintah RI dalam menghadapi dan mengatasi pandemi Covid-19 melalui produksi vaksin,” katanya melanjutkan.

Kapasitas yang ada di Bio Farma untuk produksi vaksin, akan memanfaatkan fasilitas produksi yang sudah ada di lahan Bio Farma, sehingga tidak perlu melakukan tambahan investasi untuk memproduksi vaksin Covid-19 ini.

(Antik/ANT)

Artikel Lainnya

Diserang Covid-19 Dua Puskesmas di Banjar Ditutup

BANJAR,FOKUSJabar.id: Dua BLUD Puskesmas di Kota Banjar ditutup sementara. Penutupan...

8 Jurus Ampuh Atasi Insomnia

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Insomnia atau gangguan tidur di malam sangat mengganggu. Pasalnya, tidur merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting dan harus dicukupi. Orang yang mengidap insomnia umumnya...

Lepas Cuenca, Barcelona Incar Bek Muda Ajax

SPANYOL,FOKUSJabar.id: Barcelona resmi melepas bek muda mereka Jorge Cuenca ke Villarreal pada Selasa (22/9/2020). Kini, tim Blaugrana mengincar bek muda asal Ajax, Sergiño Dest...

Ini Kata Febri Setelah Uji Coba versus Bandung United

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gelandang Persib Bandung, Febri Hariyadi mendapat banyak pelajaran dari pertandingan uji coba versus Bandung United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota...

Dekranasda-JNE Bersama Kembangkan UMKM Tangguh

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketangguhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sorotan karena mampu melewati masa pandemi Covid-19. Sektor usaha ini pun disebut turut membangkitkan perekonomian yang...

Selama 7 Hari, Pelatnas Taekwondo Latih Tanding di Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tim nasional Taekwondo Indonesia menjalani sentralisasi latihan di Kota Bandung selama tujuh hari sejak Senin (21/9/2020) lalu. Mereka berlatih bersama dengan atlet taekwondo...

Racing Poin SMS Banking Telkomsel, Bagikan Hadiah kepada Nasabah Bank bjb

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bank bjb bekerjasama dengan Telkomsel membagikan hadiah kepada nasabah dalam program Racing Poin SMS Banking Telkomsel. Persembahan Tandamata berupa hadiah satu unit mobil Daihatsu...