Sabtu 19 September 2020

Kemenkeu Beri Kebebasan Pemda Ajukan Usulan Dana Pinjaman

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak membatasi usulan pinjaman dana ke daerah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah daerah bebas mengusulkan besaran dana pinjaman kepada pemerintah pusat.

“Tidak diberikan batasan karena tergantung usulan pemerintah daerah. Tapi tidak semua usulan bisa dipenuhi, jadi silahkan saja Pemda sampaikan usulan,” kata Direktur Jendral Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Astera mengatakan, usulan besaran pinjaman dana akan dikaji terlebih dahulu dengan melihat program Pemda yang dapat mendorong perekonomian.

“Itu sesuai dengan kebutuhan program atau kegiatan. Jadi bukan baru create suatu program baru yang kemudian dimasukkan sebagai usulan,” kata dia.

BACA JUGA: Indonesia Ogah Ikut-Ikutan Larang TikTok

Dia menjelaskan, sumber pendanaan pinjaman ke daerah berasal dari APBN dalam rangka PEN Rp10 trilyun. Serta dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang merupakan special vehicle mission Kemenkeu sebesar Rp5 trilyun.

Penyaluran pinjaman yang bersumber dari APBN, lanjutnya, akan tetap dilakukan PT SMI berdasarkan perjanjian pengelolaan pinjaman antara Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu dengan PT SMI.

Jangka waktu pinjaman yakni 10 tahun dengan grace period dua tahun atau disesuaikan dengan tenggat penyelesaian proyek. Sedangkan suku bunga dari dana pinjaman adalah nol persen.

“Tapi ada biaya pengelolaan 0,185 persen dan biaya provisi 1 persen yang dibayar Pemda langsung ke PT SMI,” ujar Astera.

Astera mengatakan, untuk pembayaran kewajiban akan diperhitungkan langsung terhadap penyaluran Dana Transfer Umum (DAU) atau Dana Bagi Hasil (DBH) oleh DJPK berdasarkan permintaan PT SMI.

Sementara ketentuan pinjaman yang berasal dari PT SMI, akan ditetapkan PT SMI. Jika terdapat tunggakan oleh Pemda, akan diperhitungkan dari penyaluran DAU.

Untuk suku bunga pinjaman yang bersumber dari PT SMI kepada Pemda adalah 5,4 persen. Sedangkan selisih pembiayaan PT SMI yang sebesar 8,45 persen dengan bunga 5,4 persen akan disubsidi pemerintah pusat 3,05 persen.

(Ageng/ANT)

Berita Lainnya

Artikel Lainnya

Bank bjb Semakin Ekspansif Salurkan Dana PEN

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bank bjb terus mengakselerasi penyaluran dana stimulus percepatan...

Triwulan 2020, UPI dan Desa Pangauban Mulai Canangkan Dedi-Dewi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mulai berbenah diri dan mencanangkan sebagai Desa Digital-Desa Wisata (Dedi-Dewi). Pembenahan...

Tips Sehat Turunkan Berat Badan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menjaga berat badan tetap ideal adalah hal penting meski tidak mudah dilakukan, terlebih untuk seseorang dengan berat badan berlebih. Tidak sedikit orang yang...

2 Pencuri HandPhone di Aceh Ditangkap Polisi

BANDA ACEH,FOKUSJabar.id: Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim AKP Ryan Citra Yudha mengatakan, pihaknya menangkap dua terduga pencuri HandPhone (HP). SAF...

Ratusan Massa di Tasikmalaya Tolak Deklarasi KAMI

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan massa yang tergabung dalam Paguyuban Warga Tasikmalaya Bersatu berunjukrasa di kawasan Taman Makam Pahlawan Karoeng, Jalan Sutisna Senjaya, Empangsari, Kecamatan, Tawang Tasikmalaya,...

Satu Warga Binaan Lapas Banjar Positif Covid-19

BANJAR, FOKUSJabar.id: Satu dari 47 warga binaan yang dipindahkan ke Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II B Kota Banjar terkonfirmasi positif Covid-19, Minggu (13/9/2020). Mereka pindahan...

Victor Igbonefo Nilai Positif 4 Pemain Diklat Persib

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bek Persib Bandung, Victor Igbonefo, menilai positif empat pemain U-20 dari Diklat Persib (Kakang Rudianto, Ardi Maulana, Saiful dan Ravil Shandyka Putra).  Menurut Victor...