Kamis 26 November 2020

Ribuan KPM PKH Graduasi Mandiri di Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id : Sebagai upaya pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan melalui Progran Keluarga Harapan (PKH, tidak sebatas melayani dan memberikan bantuan konsumtif.

Indikator keberhasilan Program Keluarga Harapan (PKH) adalah Graduasi Sejahtera Mandiri,Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari PKH untuk mandiri dan secara sukarela melepaskan diri untuk tidak lagi menerima bantuan sosial keluarga Harapan yang selama ini didapatkannya.

“Indikator itu harus menjadi target utama program PKH. Karena itu, target graduasi ini harus dilakukan secara struktur dan sistematis melalui pendampingan para  SDM PKH”.

Penerima program PKH sebanyak 10 Juta se Indonesia beberapa penerima manfaat sudah graduasi sejahtera mandiri dan sudah naik kelas. Adapun target capaian graduasi sejahtera mandiri adalah sebanyak 10 persen pada tahun 2020.

Sementara itu,Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis,Agus Kurnia Kosasih, SH, MSi. menyatakan bahwa permasalahan sosial sangatlah beragam, diharapkan bantuan PKH dapat tepat sasaran sehingga akan meminimalisir permasalahan sosial yang ada di Kabupaten Ciamis, intinya bantuan PKH haruslah tepat sasaran.

“Capaian graduasi di Kabupaten Ciamis, sangatlah perlu di apresiasi mengingat perjuangan para pendamping di lapangan bersama stacholder cukup berat, mengingat para pendamping diharuskan merubah pola pikir  Keluarga Penerima Manfaat PKH.pungkas Agus.

Selain itu,Koordinator PKH Kabupaten Ciamis,Putri Dita menuturkan Data sampai bulan februari tahun 2020 di Kabupaten Ciamis sebanyak 1.490 KPM PKH  telah graduasi sejahtera mandiri yang tersebar di 27 Kecamatan dengan jumlah KPM PKH 48.391.

Adapun alasan Keluarga Penerima Manfaat PKH yang menyatakan Graduasi sejahtera mandiri adalah telah merasa sejahtera dan merasa berbesar hati mengundurkan diri dikarenakan ada masyarakat yang lebih memerlukan bantuan PKH.

“Penerima manfaat yang graduasi mandiri akan di support   permodalan dari pihak Bank mandiri melalui pinjaman KUR sebagai upaya untuk penguatan program pemberdayaan sosial dalam strategi penanggulangan kemiskinan”.

“Hal ini diharapkan Keluarga penerima manfaat yang sudah graduasi sejahtera mandiri tidak akan jatuh miskin lagi, dengan diperkuat permodalan yang ada di pihak bank,” tutur Putri.(Andri/DH).

Artikel Lainnya

DPRD Ciamis Minta Panitia Pilkades Terapkan Prokes Ketat

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Seiring dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak...

Zalnando Buka Bisnis Foodtruck “Rendangpedia”

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemain belakang Persib Bandung, Zalnando mengembangkan bisnis kulinernya dengan membuka Foodtruck yang diberikan nama Rendangpedia. Soft opening Foodtruck Rendangpedia di Samping Graha Siliwangi,...

Korban Hanyut di Sungai Citanduy Ditemukan Tewas

CIAMIS,FOKUSJabar.id : Setelah dinyatakan hilang selama enam hari, Komar (51) warga asal Dusun Pasirpeuteuy Desa Pawindan Kecamatan/Kabupaten Ciamis ditemukan telah meninggal di aliran sungai...

Satgas Penanggulangan Bencana Kalipucang Perbaiki Tanggul Jebol

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Para relawan kebencanaan yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Kecamatan Kalipucang memperbaiki tanggul yang jebol di Dusun Kedungpalungpung Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten...

Pemkot Bandung Siapkan Surat Edaran Protokol Kesehatan Covid-19

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengaku tengah menyiapkan surat edaran sebagai tindaklanjut intruksi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri)...

FPI Kota Banjar Menyayangkan Penurunan Baliho HRS oleh TNI

BANJAR, FOKUSJabar.id: Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kota Banjar, Asep Muhtar Gozali menyayangkan penurunan baliho imam besar FPI Habib Rizieq...

BPMU 2021 Rp700 ribu Per Siswa

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kenaikan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) 2021 menjadi Rp700 ribu per siswa per tahun akan segera diputuskan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jawa...