spot_imgspot_img
Senin 11 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Korpma GPII Jabar Minta Gubernur Serius Bangun Desa

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Korp Mahasiswa (Korpma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Jabar, meminta agar Gubernur Jabar Ridwan Kamil benar-benar merealisasikan program untuk desa. 

Hal tersebut terlontar dari ketua Korpma GPII Umbara Wijaya Saputra, usai pelantikan dan stadium general dengan tema “The New Era For Youth Power”, di Aula Barat Gedung Sate Kota Bandung, Jabar Sabtu (25/1/2020) malam. Dia mengaku bahwa pihaknya akan mengawalan pembangunan desa di Jawa Barat dengan potensi pemuda yang dimilikinya. 

” Kami membawa gagasan besar tentang pembangunan desa yang dirasa Pemerintah Provinsi Jabar belum maksimal dalam penyelenggaraannya. Contohnya adalah program Gubernur program One Village One Company yang dinilai belum terasa di masyarakat desa,” ucapnya.

Diketahui bahwa Korpma GPII ini merupakan bagian dari otonom dari organisasi kepemudaan GPII yang berfokus pada segmentasi mahasiswa. 

Dengan demikian kata Umbara, pihaknya sangat tertarik pada isu pembangunan desa yang ada di Jawa Barat belakangan ini, seperti halnya desa tertinggal dan tergilas oleh digitalisasi saat ini. 

“Kami sangat tergerak untuk membangun desa ketika saat ini masih ada desa-desa yang kurang maju dalam pembangunan,” ujar dia. 

Korpma GPII Jabar lanjut dia, akan konsisten mendorong program pemerintah tentang pembangunan desa. Karena hal itu akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap percapatan peningkatan pembangunan dan ekonomi desa.

“Kami berkomitmen akan mengawal program ini, karena kami sadar bahwa kami sebagai pemuda harus menjadi agen utama membangun desa di Jabar. Perlu ada sinergitas dan kolaborasi pemerintah dengan dengan kaum muda hari ini,” tuturnya.

Sementara itu ketua GPII Jawa Barat Irwan Sholeh Amir mengatakan, Korpma GPII harus lebih kreatif untuk menghadapi 4.0, sebab mahasis merupakan agen perubahan sehingga harus bisa membuka peluang usaha sendiri dan juga bagi masyarakat luas. 

“Pengangguran di Jabar ini luar biasa banyak. Pekerjaan pun susah dicari. Maka kreatifitas dan inovasi menjadi kunci utama di era ini,”  ucapnya. 

Selanjutnya Irwan menambahkan, apa yang digagas oleh mahasiswa GPII dalam mengawal pembangunan desa harus dilakukan secara seurius. Karena program Satu Desa Satu Perusahaan ini mampu memberikan kemandirian terhadap masyarakat desa.

“Warga desa gak perlu lagi cari kerja ke kota, ekonomi masyarakat desa akan naik, dan kesenjangan berkurang. Maka kita harus kawal terus program pembangunam desa ini,” tuturnya. (As)

spot_img

Berita Terbaru