spot_imgspot_img
Rabu 13 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dishut Jabar Dapat Hibah dari Jerman untuk Hutan Sosial


BANDUNG, FOKUSJabar.id: Provinsi Jawa Barat mendapat bantuan hibah dari Pemerintah Jerman untuk pengambangan Hutan Sosial yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar hutan guna meningkatkan kesejahteraan.

Diketahui bantuan ini melalui mekanisme Government to Government (G2G) antara pihak Jerman dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Bank Pembangunan Jerman.

Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Jawa Barat Epi Kustiawan mengatakan, untuk di Jawa Barat hibah pengembangan Hutan Sosial ini dilakukan di Kabupaten Garut.

“Kenapa di Garut, Garut itu memang untuk IPHPS (Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial) ada 8 unit Kemudian SK Kulin KK (Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan) 9 unit,” ujar Epi, di Kantor Dishut Jabar, Kota Bandung, Senin (27/10/2019).

Di Jawa Barat hingga Oktober 2019 ini tercatat ada 89 unit yang mendapatkan IPHPS. Dimana luasnya kurang lebih diangka 25.220 hektar dan dimanfaatkan oleh 15.600 KK.

“Jadi Garut itu memang paling banyak menerima SK,” ucapnya.

Dengan begitu, masyarkat bisa menggarap lahan hutan untuk diusahakan melalui Lembaga Masyarkat Desa Hutan. Adapun rata-rata dimanfaatkan untuk Multi Purpose Tree Species (MPTS) atau komoditas selain hasil kayu.

Sementara untuk di Jabar, mayoritas dimanfaatkan untuk tanaman Kopi. Tak terkecuali untuk kerjasama dengan Bank Pembangunan Jerman ini.

“Untuk Jabar ini Kopi. Termasuk yang kemarin dikunjungi dari Jerman hadir ke sini untuk melihat survei. Dan pengelola kopinya dari koperasi Sunda Hejo,” katanya.

Melalui kerjasama ini, nantinya bagaimana bantuan tersebut dapat membentuk Sistem Informasi Kehutanan Sosial. Selain itu, pelatihan pengembangan kapasitas untuk fasilitator mediasi konflik serta penguatan kelembagaan atau kelompok-kelompok.

“Ini juga investasi langsung untuk mata pencaharian dan pengembangan usaha masyarkat. Lalu Pembentukan asosiasi grup. Dan tentu saja harus ada manajemen dan pemantauan proyek. Nah ini bantuannya hibah,” ujarnya.

Epi berharap kerjasama dengan Bank Pembangunan ini dapat segera terealisasi. Pihaknya mendukung penuh upaya tersebut. “Sekarang ini sedang penyusunan draft, MoU nya diharapkan tahun ini sudah selesai,” ucapnya.

Selain di Jabar, Epi melanjutkan, hibah ini pun akan diberikan pada beberapa provinsi lainnya di Indonesia, diantaranya Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur.

“Mereka (Jerman) kan memandang justru bagaimana perhutanan sosial itu bisa maju, masyarakat sekitar hutan itu kan dulu termajinalkan, sehingga ingin mendorong supaya bisa lebih baik secara ekonomi,” katanya.

Kendati G2G dilakukan pihak Jerman bersama pemerintah pusat, pihaknya berharap pemegang IPHPS di Jabar dapat mengelola sendiri komoditas yang di hasilkan. Baik itu dari mulai budidaya hingga menjual produk unggulan hutan sosial.

Selain itu, Epi juga berharap tidak melulu tanaman kopi yang dikembangkan agar lebih beragam. Di Jabar sendiri memiliki 1.300 desa hutan dan 1.500 Lembaga Masyarkat Desa Hutan.

“Mudah-mudahan dengan model kerjasama ini dapat memaksimalkan potensi mereka. Kan nanti kerjasamanya sampai lima tahun. Dari Jerman sekian dana dan dari pemerintah pusat juga ada,” tuturnya.

(AS/DH)

spot_img

Berita Terbaru